INDOZONE.ID - Kasus pemukulan yang dilakukan seorang perwira TNI, Letda FA, terhadap driver ojek online (ojol) Teguh Sukma Akbar di Pontianak, Kalimantan Barat, menuai sorotan tajam dari DPR RI. Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal alias Deng Ical, meminta TNI menindak tegas oknum prajurit tersebut demi menjaga marwah institusi.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (20/9) sore di Jalan Panglima AIM, Pontianak Timur itu sempat viral di media sosial. Video menunjukkan seorang prajurit TNI turun dari mobil dan memukul wajah Teguh hingga korban mengalami patah hidung serta luka di area mata.
Deng Ical menilai tindakan kekerasan yang dilakukan Letda FA sangat disayangkan, apalagi melibatkan aparat negara yang seharusnya memberi contoh ketenangan dan kedisiplinan.
“Setiap prajurit TNI seharusnya bisa mengendalikan diri, apalagi di ruang publik. Mereka adalah bagian dari institusi pertahanan negara yang seharusnya memberi teladan, bukan justru bertindak kasar,” ujar Deng Ical di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, ia menegaskan perlunya langkah tegas dari TNI. Menurutnya, penegakan disiplin dan pemberian sanksi tidak hanya menyangkut tanggung jawab terhadap korban, tetapi juga menyangkut kepercayaan rakyat terhadap institusi TNI.
“Sanksi tegas harus dijatuhkan agar jadi efek jera, sekaligus pembelajaran bagi seluruh prajurit. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi merusak citra TNI yang selama ini dipercaya rakyat,” katanya.
Deng Ical menambahkan, TNI memiliki kewajiban moral untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat. Prajurit, kata dia, wajib bersikap profesional, menahan emosi, serta melihat rakyat sebagai mitra strategis pertahanan negara.
“Kekerasan terhadap rakyat hanya akan menciptakan jarak dan mengikis kepercayaan publik. Karena itu saya mendorong agar kasus ini ditangani serius, transparan, dan adil,” tegasnya.
Baca juga: Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI, 1 Prajurit TNI Jadi Tersangka!
Ia juga berharap peristiwa di Pontianak bisa menjadi momentum bagi TNI memperkuat pembinaan mental dan kedisiplinan prajurit.
“Prajurit memang manusia yang bisa salah, tetapi mereka juga simbol negara. Maka ketahanan personal harus lebih kuat dibanding warga biasa,” pungkasnya.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan internal TNI. Sementara itu, Teguh Sukma Akbar diketahui telah mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialami usai insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan