Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 12:40 WIB

Perlu Libatkan Masyarakat, Menko Polkam akan Beri Masukan ke Ahmad Dofiri soal Reformasi Polri

Perlu Libatkan Masyarakat, Menko Polkam akan Beri Masukan ke Ahmad Dofiri soal Reformasi PolriIlustrasi Polri. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan pihaknya akan memberikan masukan tentang reformasi kepolisian kepada Ahmad Dofiri, Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian. 

"Kami juga akan memberikan masukan juga," kata Djamari saat ditemui di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (18/9/2025).

Menurut Djamari, masukan penting mengingat Polri berada di bawah koordinasi Kemenko Polkam. Ia menambahkan, selain memberikan masukan, Kemenko Polkam juga berhak mendapatkan laporan dari Dofiri terkait kinerja Polri. 

"Kalau misalnya di sini akan ada seperti yang anda katakan itu (jabatan Ahmad Dofiri), yang akan dimotori oleh Pak Dofiri, ya tentunya kami juga dilaporin," ujar Djamari.  

Baca juga: Kompolnas Ingatkan 3 Hal Ini dalam Upaya Reformasi Polri

Djamari meyakini koordinasi antara Kemenko Polkam dengan Dofiri akan berjalan baik demi terciptanya reformasi Polri yang berkualitas.  

Pada Rabu sore, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut berdasar Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2025.  

Penetapan Dofiri sebagai penasihat khusus juga selaras dengan rencana Presiden membentuk Komisi Reformasi Polri, yang bertugas merumuskan gagasan perubahan institusi Polri untuk diserahkan kepada Presiden.  

Dofiri merupakan perwira tinggi Polri dengan pengalaman luas, antara lain sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.  

Baca juga: Reformasi Polri Ala Presiden Prabowo Dimulai, Apa yang Harus Dibenahi?

Pakar kebijakan dan tata kelola pemerintahan kolaboratif Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Muchamad Zaenuri, menyatakan reformasi kepolisian harus melibatkan akademisi dan masyarakat sipil agar hasilnya lebih komprehensif. 

"Sebanyak apa pun reformasi dilakukan, jika rakyatnya tidak sadar, hasilnya akan sama saja," katanya.  

Zaenuri menilai reformasi menyeluruh diperlukan yang mencakup regulasi, tata kelola, dan perubahan paradigma di tubuh Polri. Ia menekankan perlunya pendekatan persuasif dalam menangani aksi massa agar aparat tampil lebih sabar dan profesional.  

Dengan latar belakang Ahmad Dofiri yang dihormati di internal Polri serta dikenal tegas, penunjukannya dipandang tepat dalam mendukung reformasi Polri menjadi lebih baik.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perlu Libatkan Masyarakat, Menko Polkam akan Beri Masukan ke Ahmad Dofiri soal Reformasi Polri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!