INDOZONE.ID - Maskapai nasional India, Air India, mengumumkan pengurangan sementara sejumlah penerbangan internasional selama periode Juni hingga Agustus 2026.
Keputusan ini diambil di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang berdampak besar terhadap jalur penerbangan global dan lonjakan harga bahan bakar pesawat.
Situasi geopolitik yang tidak stabil membuat banyak maskapai harus menyesuaikan operasional mereka demi menjaga keselamatan penerbangan sekaligus menekan biaya operasional yang terus meningkat.
Baca juga: Gangguan Mesin Pesawat, Rute Airbus A350 Air India Berpotensi Terganggu
Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Udara Internasional
Perang yang melibatkan Iran memicu penutupan wilayah udara di beberapa kawasan penting. Akibatnya, banyak maskapai penerbangan harus mencari rute alternatif yang lebih panjang untuk menghindari area konflik.
Kondisi tersebut menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat drastis. Di saat yang sama, harga avtur dunia juga melonjak tajam sehingga menambah tekanan bagi industri penerbangan internasional, termasuk Air India.
Maskapai itu disebut sedang menghadapi kerugian yang terus membesar serta gangguan operasional akibat konflik yang berkepanjangan.
Baca juga: Otoritas Penerbangan India Perintahkan Air India Copot Pejabat Terkait Kecelakaan Pesawat
Dampak Larangan Wilayah Udara Pakistan
Selain situasi Timur Tengah, Air India juga masih terdampak larangan penggunaan wilayah udara Pakistan. Larangan tersebut diberlakukan sejak tahun lalu menyusul meningkatnya ketegangan militer antara India dan Pakistan.
Akibat penutupan jalur tersebut, penerbangan Air India harus menempuh rute yang lebih jauh, sehingga biaya operasional menjadi lebih mahal dan waktu tempuh penerbangan ikut bertambah.
Kombinasi antara konflik Timur Tengah dan pembatasan wilayah udara Pakistan membuat tekanan terhadap maskapai semakin besar.
Rute Penerbangan yang Dikurangi dan Dihentikan
Dalam pengumuman resminya, Air India menyebut beberapa rute internasional akan dihentikan sementara maupun dikurangi frekuensinya.
Rute Delhi-Chicago dan Mumbai-New York untuk sementara akan dihentikan operasionalnya.
Sementara itu, untuk kawasan Eropa, Air India akan mengurangi jumlah penerbangan dari Delhi menuju Paris, Milan, dan Roma.
Di kawasan Asia, layanan penerbangan Delhi-Shanghai juga resmi dihentikan sementara.
Air India Tetap Operasikan Ribuan Penerbangan
Meski melakukan penyesuaian jaringan penerbangan, Air India memastikan tetap akan mengoperasikan lebih dari 1.200 penerbangan internasional setiap bulan.
Maskapai tersebut juga menyatakan akan berupaya mengembalikan seluruh layanan normal ketika situasi memungkinkan.
Namun, Air India tidak menutup kemungkinan adanya perubahan tambahan apabila gangguan operasional terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Industri Penerbangan India Dalam Tekanan
Kenaikan harga bahan bakar menjadi salah satu tantangan terbesar industri penerbangan India saat ini. Banyak maskapai harus menghadapi biaya operasional yang melonjak di tengah ketidakpastian kondisi global.
Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa sejumlah negara mulai menggunakan cadangan minyak mereka dalam jumlah besar untuk menstabilkan pasokan energi dunia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap sektor transportasi udara kemungkinan masih akan berlanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com