Ilustrasi bulan. (Photo/Ilustrasi/Pexels/Alex Andrews)
INDOZONE.ID - NASA menggelontorkan 590 juta dolar AS untuk mengirim instrumen sains dan kargo lain ke bulan. Misi itu merupakan tahap awal dari realisasi rencana Badan Antariksa AS itu membangun pangkalan Bulan.
Pangkalan Bulan diproyeksikan menjadi permukiman semi-permanen tempat astronot menetap dan bekerja kelak.
Carlos García-Galán, Eksekutif Program NASA untuk pangkalan Bulan, menyebut tahapan ini sebagai "Fase 1", yang ditargetkan rampung tahun 2028 dengan menelan biaya sekitar total 10 miliar dolar AS.
Di tahap itu, NASA mengirimkan wahana pendarat (lander), penjelajah (rover), kereta bulan (buggy), dan aset lainnya ke permukaan bulan.
Baca juga: Donald Trump Klaim Iran Minta Bertemu di Doha Qatar, Ini Respons Pihak Teheran
Tiga perusahan yakni Astrobotic, Firefly, dan Intuitive Machines; telah resmi diumumkan sebagai kontraktor. Pengiriman rencananya dibagi dalam empat misi.
NASA juga tengah mempertimbangkan mengubah fungsi robot penjelajah Mars, Promise, untuk digunakan di Bulan. Kendaraan robotik itu akan dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur di Bulan.
Adapun Fase 2 dan 3 pangkalan meliputi rencana membangun habitat bertekanan pertama di Bulan dan memasang generator pembangkit listrik. NASA memperkirakan semuanya rampung pada dekade 2030-an.
Rencana pangkalan Bulan NASA tak lepas dari persaingan dengan Cina. Program luar angkasa Negeri Tirai Bambu melesat pesat beberapa dekade terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNN