INDOZONE.ID - Jumlah korban meninggal akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Minggu (28/6/2026), korban tewas tercatat hampir mencapai 1.500 jiwa, sementara puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang.
Di tengah situasi yang penuh duka, tim penyelamat dari dalam dan luar negeri terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu lalu menyebabkan kerusakan besar, terutama di negara bagian La Guaira, sekitar 40 kilometer di utara ibu kota Caracas.
Puluhan bangunan runtuh hingga rata dengan tanah, memaksa ribuan warga mengungsi. Pemerintah sementara Venezuela menyatakan operasi pencarian belum akan dihentikan selama masih ada peluang menemukan korban dalam keadaan hidup.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan tim penyelamat masih berhasil menemukan beberapa korban selamat pada Minggu. Karena itu, seluruh operasi pencarian dan evakuasi tetap dilanjutkan.
Selain itu, pemerintah membentuk komisi khusus untuk mengevaluasi kelayakan bangunan yang terdampak gempa.
Kegiatan belajar mengajar juga diperpanjang liburnya selama satu pekan, sementara sekitar 75 persen pasokan listrik di La Guaira telah berhasil dipulihkan.
Baca juga: Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Tim Penyelamat Internasional Terus Berdatangan
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengungkapkan jumlah korban meninggal bertambah menjadi 1.450 orang hingga Minggu.
Selain korban jiwa, tercatat:
- 3.150 orang mengalami luka-luka.
- 12.721 warga harus mengungsi.
- 774 bangunan mengalami kerusakan total atau roboh.
Menurut Rodriguez, saat ini merupakan masa yang sangat menentukan untuk menyelamatkan lebih banyak korban sekaligus menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah.
Baca juga: Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 1.430 Orang, Puluhan Ribu Warga Masih Hilang
Sebelum bantuan internasional tiba, banyak keluarga korban bersama relawan setempat menggali puing-puing menggunakan alat sederhana demi menemukan anggota keluarga yang hilang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com