INDOZONE.ID - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, negaranya siap untuk kembali menyerang Iran jika dianggap diperlukan. Netanyahu menambahkan, Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
"Dengan tindakan kami di Iran, kami telah menyelamatkan diri dari ancaman bom atom," kata Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14 Israel pada Selasa.
Hal itu disampaikan di tengah mulai berlakunya nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
Baca juga: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Kena Kanker Prostat, Ini Kondisinya Sekarang!
Kesepakatan itu resmi berlaku sejak 18 Juni, setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
MoU tersebut menjadi kerangka kerja untuk mengakhiri ketegangan antara Washington dan Teheran melalui jalur perundingan.
Kesepakatan itu mencakup sejumlah isu penting, antara lain penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi, penyelesaian persoalan program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pengaturan keamanan yang lebih luas di kawasan.
Meski demikian, Israel berulang kali menyatakan penolakannya terhadap setiap kesepakatan dengan Iran.
Baca juga: Hizbullah Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata Setelah Penembakan Warga Sipil di Lebanon Selatan
Pemerintah Israel juga telah memperingatkan kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap Iran apabila menilai ancaman dari Teheran masih berlanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu