Jumat, 18 JULI 2025 • 19:05 WIB

Trump Lagi-Lagi Bikin Heboh Gegara Komentari Kandungan Gula di Coca-Cola, Apa Penyebabnya?

Author

Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

INDOZONE.ID - Donald Trump kembali menarik perhatian publik dengan pernyataan kontroversialnya. Presiden AS itu mengklaim bahwa Coca-Cola telah menyetujui penggunaan gula tebu asli menggantikan sirup jagung dalam produk minuman mereka yang dipasarkan di Amerika Serikat. 

Yang mengejutkan, Trump menyebut bahwa perubahan tersebut merupakan hasil dari saran pribadinya.

"Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan gula tebu ASLI dalam Coca-Cola di Amerika Serikat, dan mereka telah setuju untuk melakukannya," ungkap Trump melalui Truth. 

Baca juga: Israel Serang Gereja di Gaza, Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata

"Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang berwenang di Coca-Cola. Ini akan menjadi langkah yang sangat baik dari pihak mereka. Anda akan lihat nanti. Rasanya jauh lebih baik!"

Namun, hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari Coca-Cola terkait klaim tersebut. 

Juru bicara perusahaan hanya menyebut bahwa mereka mengapresiasi perhatian Trump dan akan segera merilis informasi lebih lanjut mengenai produk baru mereka.

Jika perubahan ini benar terjadi, maka Coca-Cola di Amerika Serikat akan sejalan dengan kebijakan internasionalnya yang lebih banyak menggunakan gula tebu daripada sirup jagung. 

Baca juga: Israel Serang Satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, 2 Tewas dan Pastor Terluka

Namun, perubahan tersebut tidak datang tanpa dampak negatif, terutama bagi industri jagung domestik.

John Bode, Presiden dan CEO Asosiasi Pemurni Jagung, menanggapi keras klaim tersebut. 

"Mengganti sirup jagung fruktosa tinggi dengan gula tebu tidak masuk akal," ujarnya. 

Menurutnya, kebijakan ini dapat menghancurkan ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur makanan dan mengancam pendapatan petani jagung AS.

Baca juga: Israel Bombardir Suriah, Klaim Lindungi Druze di Sweida; Suriah: Ini Agresi Terang-terangan!

Lebih jauh, Bode memperingatkan bahwa langkah tersebut justru akan memperbesar ketergantungan terhadap gula impor, tanpa memberikan manfaat gizi tambahan. 

Hal ini bertolak belakang dengan citra Trump yang selama ini dikenal mendukung industri dan tenaga kerja dalam negeri.

Menariknya, Trump sendiri bukan konsumen Coca-Cola biasa. Ia lebih memilih Diet Coke, yang tidak mengandung gula tebu maupun sirup jagung, melainkan aspartam. 

Laporan dari The New York Times tahun 2018 bahkan menyebut bahwa Trump mengonsumsi hingga 12 kaleng Diet Coke setiap harinya.

Baca juga: Israel Serang Damaskus, Tuduh Rezim Baru Suriah Ancaman Terselubung

Di Gedung Putih, Trump bahkan memiliki tombol khusus untuk memanggil pelayan yang membawakannya Diet Coke di atas nampan perak. 

Meski begitu, hubungannya dengan Coca-Cola pernah memanas. Pada 2012, ia menyindir soda diet sebagai penyebab kenaikan berat badan. 

Ia bahkan menyebut, "Perusahaan Coca Cola tidak senang dengan saya: tidak masalah, saya akan terus minum sampah itu."

Namun, hubungan itu mencair ketika Coca-Cola merilis botol Diet Coke khusus untuk memperingati masa jabatan kedua Trump. 

Baca juga: Serangan Udara Israel ke Damaskus Timbulkan Ancaman Balasan dari Suriah

Wakil Komunikasi Trump, Margo Martin, sempat mengunggah foto botol eksklusif itu dengan caption: "Malam ini, Presiden Trump menerima botol Diet Coke pertama yang berkesan dari Ketua dan CEO Coca-Cola, James Quincey."

Perusahaan menanggapi bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen mereka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Amerika. 

Namun langkah ini memunculkan kritik, mengingat pada 2021 Coca-Cola mengecam keras kerusuhan Capitol dan menyebutnya sebagai "penghinaan terhadap cita-cita demokrasi Amerika."

Coca-Cola kala itu menjadi target boikot Trump setelah perusahaan menyuarakan penolakan terhadap revisi undang-undang pemilu Georgia. Kini, kerja sama mereka kembali disorot oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Korban Tewas di Gaza Tembus 58 Ribu Jiwa, Dunia Kembali Soroti Serangan Israel

Meski produk Coca-Cola dikenal luas, resep aslinya masih menjadi misteri besar. 

Formula rahasia tersebut diciptakan oleh Dr. John S. Pemberton pada 1886 dan disimpan di sebuah brankas di Atlanta. 

Hanya dua eksekutif yang mengetahuinya dan mereka tidak diperbolehkan naik pesawat yang sama.

Sebuah artikel lama dari majalah Fortune menyebut bahwa formula Coca-Cola terdiri dari 99 persen air dan gula, serta campuran karamel, asam fosfat, kafein, daun koka tanpa kafein, kacang kola, dan bumbu rahasia "7x" yang belakangan diketahui mengandung enam minyak aromatik dan alkohol.

Baca juga: Pentagon Baru Ngaku Rudal Iran Hantam Pangkalan Udara AS di Qatar

Dengan atau tanpa perubahan pemanis, Coca-Cola tetap mempertahankan salah satu rahasia dagang paling dijaga di dunia, menjadikannya bukan sekadar minuman, tetapi ikon global dengan cerita tersendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Euronews.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU