INDOZONE.ID - Damaskus, yang merupakan ibu kota Suriah, kembali menarik perhatian dunia.
Kali ini, perhatian bukan pada konferensi perdamaian atau pertemuan diplomatik, tetapi disebabkan oleh suara ledakan yang terdengar akibat serangan udara yang dilakukan oleh Israel ke pintu gerbang utama pangkalan militer Suriah.
Serangan ini bukan hanya rumor belaka. Angkatan bersenjata Israel jelas telah mengakui perannya.
Sasaran: inti pertahanan Suriah. Ini bukan yang pertama kalinya, tetapi yang membuat dunia terkejut adalah tempat dan waktu serangan ini — ketika ketegangan di dalam Suriah sedang memuncak.
Baca juga: Petani Singkong Desa Mundu Geregetan, Lahannya Diserang Ribuan Uret hingga Gagal Panen
Di arena, keadaan tidak kalah kritis. Ketegangan antara komunitas Druze dan Badui semakin meningkat, setelah insiden penculikan yang mengguncang jalur Damaskus–Sweida.
Hal yang menambah kerumitan? Meninggalnya beberapa tokoh intelijen Hizbullah akibat serangan sebelumnya di ibu kota.
"Tidak" Presiden Bashar al-Assad memberikan respons lewat pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan. Pihak pemerintah Suriah mengatakan mereka sedang merancang rencana untuk menjawab.
Meskipun waktu dan cara tindakan tersebut belum jelas, sumber-sumber militer mengungkapkan bahwa persiapan untuk respons sedang berlangsung — dengan adanya kerja sama yang kuat bersama sekutu seperti Iran dan Rusia.
Baca juga: 3 Fakta Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani: Dievakuasi dengan Helikopter!
Namun, dunia masih menanti satu suara: PBB.
Sayangnya, Dewan Keamanan PBB kembali terjebak dalam situasi tanpa jalan keluar. Belum ada keputusan resmi yang diambil, dan tidak ada rekomendasi yang jelas dirilis.
Negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Prancis mendorong agar ada kutukan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan kekerasan militer.
Namun, sekali lagi, perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota menjadikan semua itu hanya terdengar di ruang pertemuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters