Israel serang gedung Kementerian Pertahanan Suriah di Damascus. (REUTERS/Khalil Ashawi)
INDOZONE.ID - Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Suriah, Damaskus, pada Rabu (16/7/2025) waktu setempat. Serangan ini menghantam bagian dari gedung Kementerian Pertahanan dan area di sekitar istana kepresidenan.
Aksi militer ini merupakan bentuk respons terhadap serangan yang dilancarkan pasukan pemerintah Suriah terhadap komunitas Druze di wilayah selatan negara tersebut. Israel juga menuntut agar pasukan Suriah segera ditarik dari wilayah itu.
Serangan ini menandai peningkatan tensi yang cukup besar antara Israel dan pemerintahan sementara Suriah yang saat ini dipimpin oleh Presiden sementara Ahmed al-Sharaa.
Baca juga: Korban Tewas di Gaza Tembus 58 Ribu Jiwa, Dunia Kembali Soroti Serangan Israel
Padahal, hubungan Suriah dan Amerika Serikat yang merupakan sekutu Israel mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.
Israel menyebut pemerintahan baru Suriah sebagai kelompok Islamis yang "hanya menyamar", dan menyatakan tidak akan membiarkan mereka menempatkan pasukan di selatan Suriah.
Israel juga bersumpah untuk melindungi komunitas Druze dari serangan, sebuah sikap yang juga didorong oleh desakan dari komunitas Druze di Israel.
Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan semua pihak yang terlibat konflik dan yakin bahwa pertempuran akan segera berhenti.
Baca juga: 31 Tentara Israel Tewas Akibat Tembakan Teman Sendiri di Gaza
"Kami telah berunding dengan semua pihak yang terlibat dalam bentrokan di Suriah, dan telah menyepakati langkah-langkah tertentu yang akan menghentikan situasi mengerikan ini malam ini juga," kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, melalui media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters