INDOZONE.ID - Perselisihan antara Elon Musk dan Donald Trump makin panas. Musk resmi membentuk partai politik baru bernama "Partai Amerika" setelah mengecam RUU pajak Trump yang dinilainya bisa bikin Amerika bangkrut.
Miliarder pemilik Tesla dan SpaceX itu mengumumkan pembentukan "Partai Amerika" lewat akun X miliknya, Sabtu (5/7/2025). Langkah ini dilakukan sehari setelah Trump menandatangani rancangan undang-undang pemotongan pajak dan pengeluaran yang menurut Musk sangat berbahaya bagi masa depan fiskal AS.
"Hari ini, Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda," tulis Musk dikutip Minggu, (6/7/2025).
"Dengan faktor 2 banding 1, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya!" tambahnya.
Baca juga: Pria di Palembang Ngaku Bisa Gandakan Uang, Beraksi Pakai Benda Mistis Jenglot dan Kerang
Trump baru saja menandatangani RUU yang disebutnya "besar dan indah", berisi pemotongan pajak besar-besaran. Musk langsung bereaksi keras, menyebut kebijakan itu akan menaikkan defisit negara dari USD2 triliun menjadi USD2,5 triliun. Menurutnya kebijakan itu bisa membuat Amerika bangkrut.
"Meningkatkan defisit dari USD2 triliun yang sudah gila di bawah Biden menjadi USD2,5 triliun. Ini akan membuat negara bangkrut," jawab Musk saat ditanya soal perubahan sikapnya terhadap Trump.
Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Carlos Barria)
Langkah Musk langsung memicu kegelisahan investor. Perusahaan investasi Azoria Partners mengumumkan akan menunda pencatatan ETF Tesla karena khawatir Musk lebih fokus ke ambisi politiknya daripada bisnis.
CEO Azoria, James Fishback, bahkan meminta dewan Tesla untuk klarifikasi posisi Musk, menyebut bahwa partai baru ini mengganggu kepercayaan pemegang saham.
Baca juga: Banjir Bandang Hantam Texas Tewaskan Sedikitnya 50 Orang Termasuk 15 Anak
Trump pun tak tinggal diam. Ia mengancam akan memotong subsidi miliaran dolar yang selama ini diterima berbagai perusahaan Musk dari pemerintahannya.
Pertikaian ini juga mengguncang harga saham Tesla. Setelah sempat melonjak ke angka USD488 usai Trump menang pemilu pada November, harga saham Tesla anjlok lebih dari setengahnya dan ditutup pada USD315,35 minggu lalu.
Meskipun Musk punya kekayaan luar biasa, membentuk partai politik baru di AS bukan hal gampang. Sistem politik Amerika sudah didominasi Partai Demokrat dan Republik selama lebih dari 160 tahun. Tingkat persetujuan publik terhadap Trump juga tetap stabil di atas 40% meskipun kebijakannya kontroversial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters