Ilustrasi militer Rusia dan Iran. (Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS)
INDOZONE.ID - Militer Iran bersama Rusia dan China, bakal menggelar latihan Angkatan Laut bersama dalam beberapa minggu ke depan. Komandan Angkatan Laut Iran Shamram Irani mengungkapkan, latihan gabungan ini dilakukan untuk menjamin keamanan perairan kawasan, yang belakangan memanas karena konflik di Gaza.
“Strategi utama Angkatan Laut Iran dalam situasi saat ini adalah untuk menjaga kepentingan dan sumber daya ekonomi sistem Islam dan rakyatnya,” ujarnya, dilansir Iran International News, dikutip Senin (12/2).
Selain Rusia dan China yang telah mengonfirmasi latihan gabungan ini, Iran juga masih akan mengundang beberapa negara mitra lain. Meskipun Iran tidak merinci negara mana saja yang telah mereka undang.
Merespon laporan ini, Kepala unit teratas di Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihak lawan itu diyakini hanya mencoba mencuri teknologi Amerika saja.
Baca Juga: Ancaman Korut Meningkat, AS dan Korsel akan Gelar Latihan Militer Gabungan Besar pada Pekan Ini
Latihan militer gabungan Angkatan Laut, diyakini sebagai cara agar Iran, Rusia dan China bisa merebut Teknologi AS secara ilegal.
"Drone Iran yang ditemukan di medan perang di Ukraina, yang ditemukan di medan perang di seluruh Timur Tengah, mereka memiliki sistem komunikasi AS yang sensitif, dan mereka memiliki mikroelektronika yang sensitif," kata Asisten direktur Divisi Perdagangan Global di Penyelidikan Keamanan Dalam Negeri Jim Mancuso, kepada ABC News.
Sebelumnya, pemimpin AS telah memperingatkan tentang China yang mencoba menyebabkan kerusakan pada negara tersebut melalui serangan-serangan siber, serta mencuri kekayaan intelektual Amerika Serikat.
Mancuso mengatakan, lawan Amerika menggunakan ‘jaringan yang sangat luas’ untuk mengeluarkan teknologi AS dari negara itu, dengan melanggar hukum ekspor.
Menurut Mancuso, kini jaringan pengadaan khusus sedang memaket ulang barang-barang tersebut dan mengirimkannya melalui China, untuk sampai ke tempat-tempat seperti Iran. Sebagian dari teknologi yang diekspor dapat ditemukan dalam barang-barang rumah tangga seperti radio.
"Mereka akan pergi ke China, dan kemudian dari China, mereka akan dimuat ke pesawat Iran dan mereka akan terbang ke Iran," katanya, memberikan contoh bagaimana lawan dapat mendapatkan akses ke mikrochip dan teknologi lainnya.
Menurutnya, pola serupa telah terlihat dengan Rusia.
"Kami sedang memantau jaringan Rusia yang beroperasi di negara ini, dan kami tahu bahwa mereka memaket ulang peralatan AS yang sensitif dan dikirimkan untuk memperkuat upaya perang Rusia [di Ukraina]," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters