Ilustrasi negara Swedia yang akan berperang. (REUTERS/Tom Little)
INDOZONE.ID - Seruan dari pemerintah dan militer Swedia yang mendesak warganya untuk siap berperang telah memicu perilaku panic buying, membuat anak-anak takut dan memicu perdebatan sengit di negara Nordik tersebut.
Pasalnya, sejak era Napoleon pada 1803 – 1815, meski pada misi penjaga perdamaian internasional di Laut Merah, negara itu hanya menyumbangkan pasukannya.
Oleh karena itu, realitas perang adalah hal yang asing bagi sebagian besar orang Swedia.
“Mungkin akan terjadi perang di Swedia,” kata Menteri Pertahanan Sipil Carl-Oskar Bohlin, pada konferensi pertahanan tahunan 7 Januari kemarin, dikutip The Straits Times, Selasa (16/1).
Komandang angkatan bersenjata Swedia Micael Byden. (REUTERS)
Baca Juga: Sempat Kabur, Anggota ISIS Terduga Pelaku Penyerangan Suporter Swedia Tewas Ditembak Polisi
Pernyataan ini kemudian dikuatkan oleh Komandan Angkatan Bersenjata Swedia Micael Byden beberapa hari setelahnya. Dia bilang, imbauan kepada warga Swedia untuk siap berperang bukan hanya pernyataan retorika saja, melainkan keseriusan pemerintah.
“Apakah Anda yakin ini mungkin Swedia? Perang Rusia melawan Ukraina adalah sebuah langkah, bukan tujuan akhir, dari ambisi membangun wilayah pengaruh dan menghancurkan tatanan dunia yang berbasis aturan,” ujar Byden.
Kesiapan Swedia untuk berperang nampaknya telah terlihat dari upaya negara itu untuk mengakhiri dua abad netralitas dan non-blok militer mereka,dengan mengajukan permohonan untuk bergabung dengan NATO pada Mei 2022, setelah terjadinya invasi Rusia ke Ukraina. Meskipun permohonan itu sampai saat ini masih ditahan oleh Turki dan Hongaria.
Ilustrasi angkatan AS dan Swedia. (REUTERS)
Selain itu, pada awal Desember, Stockholm dan Washington juga menandatangani perjanjian yang membuka jalan bagi pasukan AS untuk beroperasi di Swedia.
Baca Juga: AS dan Inggris Pimpin Serangan Militer di Yaman: Rusia Desak PBB Gelar Rapat Darurat!
“Karena itu, kita perlu mempersiapkan mental untuk perang,” imbuh Byden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Afp, The Straits Times