Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 25 JUNI 2026 • 08:38 WIB

Pakar Pendidikan China Peringatkan Bahaya Ketergantungan AI saat Memilih Universitas usai Gaokao

Pakar Pendidikan China Peringatkan Bahaya Ketergantungan AI saat Memilih Universitas usai GaokaoPara siswa memasuki sekolah menengah untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi nasional tahunan, atau "gaokao", di Beijing. (REUTERS/Tingshu Wang)

INDOZONE.ID - Di tengah penantian jutaan siswa dan orang tua di China terhadap hasil ujian masuk perguruan tinggi nasional atau gaokao, para pakar pendidikan mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada kecerdasan buatan (AI) dalam menentukan pilihan universitas dan jurusan.

Menurut mereka, penggunaan chatbot dan berbagai alat berbasis AI memang dapat membantu memberikan referensi awal. 

Namun, ketergantungan berlebihan justru berisiko membuat siswa mengambil keputusan yang kurang tepat karena informasi yang diberikan belum tentu akurat atau mutakhir.

Baca juga: China Siapkan Aturan Baru untuk Hentikan Persaingan Tidak Sehat di Industri Layanan Antar Makanan

AI Dinilai Tidak Selalu Memiliki Data Terbaru

Xu Qicheng, seorang guru sekolah menengah atas senior di Provinsi Anhui yang telah lama membimbing siswa dalam proses pendaftaran perguruan tinggi, mengatakan bahwa mempercayai AI secara penuh dapat menimbulkan kesalahan.

Ia menjelaskan bahwa tren jurusan kuliah terus berubah dari tahun ke tahun. Beberapa program studi yang populer dalam dua tahun terakhir bisa saja mengalami penurunan minat, sementara universitas juga rutin membuka jurusan baru.

Selain itu, banyak perguruan tinggi di China yang mengubah kuota penerimaan mahasiswa pada 2026. Jika sistem AI menggunakan data lama, rekomendasi yang diberikan berpotensi tidak sesuai dengan kondisi terbaru.

Baca juga: Bos Pusat Penipuan Online di Kamboja Dipulangkan ke China, Diduga Terlibat Kejahatan Siber

Risiko Banyak Siswa Mengajukan Pilihan yang Sama

Xu juga menyoroti dampak lain dari penggunaan AI yang semakin masif, yaitu munculnya rekomendasi yang seragam bagi siswa dengan nilai yang mirip.

Menurutnya, jika terlalu banyak siswa mengikuti saran yang sama dari AI dan memilih jurusan maupun universitas yang identik, persaingan akan meningkat tajam pada program-program tertentu.

Akibatnya, peluang diterima justru bisa menurun karena terjadi penumpukan pelamar di jurusan yang direkomendasikan oleh sistem AI.

Orang Tua Diminta Gunakan Jalur Resmi

Sejumlah pakar pendidikan dan tenaga pengajar di China menyarankan para orang tua untuk memanfaatkan sumber informasi resmi yang disediakan pemerintah maupun lembaga pendidikan.

Berbagai otoritas pendidikan daerah telah menyediakan platform konsultasi gratis yang dapat membantu siswa memilih kampus dan program studi berdasarkan data terkini.

Langkah tersebut dinilai lebih aman dibandingkan hanya mengandalkan rekomendasi dari chatbot atau aplikasi AI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pakar Pendidikan China Peringatkan Bahaya Ketergantungan AI saat Memilih Universitas usai Gaokao

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!