Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS)
INDOZONE.ID - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, meminta semua pihak menahan diri. Ia tidak mau ketegangan meningkat di tengah aksi saling balas serangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS).
Pezeshkian menilai pentingnya upaya diplomatik di tengah gencatan senjata demi mencegah krisis meluas.
Namun, kondisi terkini justru menyajikan aksi saling balas serangan antara AS dan Iran yang bisa mengganggu proses stabilisasi situasi di Timur Tengah.
Tak ayal, Pezeshkian berharap pihak-pihak lain memenuhi komitmen dan menahan diri dari aksi yang merusak kepercayaan yang merusak hingga menyulitkan proses diplomatik.
Baca juga: Iran Tutup Bandara Teheran dan Ruang Udara Selama Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
"Adalah wajar untuk mengharapkan bahwa pihak-pihak lain juga mematuhi komitmen mereka dan menahan diri dari posisi atau tindakan yang akan merusak kepercayaan dan menyulitkan proses diplomatik," kata Pezeshkian dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, menurut pernyataan dari kantor presiden Iran, dikutip dari Antara, Sabtu (11/7/2026).
Sebelumnya, AS menyerang Iran lagi pada Rabu 8 Juli 2026, malam waktu setempat, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim tindakan tersebut sebagai balasan atas serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Iran tidak tinggal diam atas serangan AS tersebut. Pihak Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Selain itu, Iran menuding AS telah melanggar nota kesepahaman (MoU) untuk permusuhan antara kedua negara.
Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyatakan gencatan senjata antara Paman Sam dengan pihak Teheran tidak berlaku lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara