Ilustrasi peluncuran rudal. (KCNA via Reuters)
INDOZONE.ID - Hubungan Pakistan dan Afghanistan kini benar-benar memasuki babak baru yang lebih panas.
Pakistan dilaporkan melancarkan serangan udara dan darat ke sejumlah kota besar Afghanistan, Jumat (27/2/2026).
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, bahkan dengan tegas menyebut situasi ini sebagai "perang terbuka".
Serangan balasan ini dipicu oleh rentetan aksi militer yang saling balas membalas.
Sehari sebelumnya, Taliban melancarkan apa yang mereka sebut sebagai serangan balasan terhadap instalasi militer Pakistan di sepanjang perbatasan.
Baca juga: Pesan Menyentuh Raja Yordania untuk Presiden Prabowo Subianto: Ramadhan Mubarak, Saudaraku Tersayang
Kedua pihak sama-sama mengklaim telah menghancurkan pos-pos pertahanan lawan.
Sumber keamanan Pakistan mengatakan operasi kali ini melibatkan serangan udara dan darat yang menargetkan pos-pos, markas, dan depot amunisi Taliban di beberapa sektor sepanjang perbatasan sepanjang 2.600 km.
Video yang beredar menunjukkan kilatan tembakan dan suara artileri berat di malam hari, serta kepulan asap hitam membumbung tinggi di beberapa lokasi di Kabul.
Data korban yang dirilis kedua negara bertolak belakang dan sulit diverifikasi secara independen.
Pakistan mengklaim 133 pejuang Taliban tewas dan lebih dari 200 terluka, serta 27 pos hancur dan 9 dikuasai.
Baca juga: Serangan Udara Pakistan di Afghanistan: Respons Atas Tekanan di Dua Perbatasan
Sementara juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan 55 tentara Pakistan tewas dan 19 pos berhasil direbut.
Dari pihak mereka, delapan pejuang Taliban tewas, 11 terluka, dan 13 warga sipil di Nangarhar menjadi korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters