Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 19:15 WIB

Serangan Udara Pakistan di Afghanistan: Respons Atas Tekanan di Dua Perbatasan

Author

Serangan Udara Pakistan di Afghanistan: Respons Atas Tekanan di Dua PerbatasanIlustrasi serangan udara militer Pakistan ke Afghanistan. (Sumber: pixabay.com)

INDOZONE.ID - Hubungan Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah militer Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah perbatasan Afghanistan akhir pekan lalu. Aksi ini memicu kecaman dari Kabul dan India, serta menandai runtuhnya gencatan senjata rapuh yang sebelumnya ditengahi Qatar dan Turki.

Serangan balasan ini bukan tanpa sebab. Pekan-pekan sebelumnya, Pakistan diguncang serangan brutal. Pada 6 Februari, sebuah bom bunuh diri meledak di masjid Syiah di ibu kota Islamabad saat salat Jumat, menewaskan sedikitnya 36 jamaah dan melukai 170 lainnya. Beberapa hari kemudian, sebuah kendaraan berisi bahan peledak menabrak pos keamanan di Bajaur, menewaskan 11 tentara dan seorang anak. Pelaku dikonfirmasi otoritas Pakistan sebagai warga negara Afghanistan.

Puncaknya, dua hari setelah Pakistan mengeluarkan nota protes resmi kepada otoritas Taliban pada 19 Februari, serangan bunuh diri kembali terjadi di Bannu, menewaskan dua tentara termasuk seorang letnan kolonel. Kesabaran Islamabad habis. Pada Minggu (23/2) dini hari, pesawat Pakistan menyerang apa yang mereka sebut sebagai "kamp dan persembunyian" di provinsi Nangarhar dan Paktika, Afghanistan.

Baca juga: 924 Orang Tewas Dibunuh Polisi Punjab Pakistan dalam 8 Bulan, Apa yang Terjadi?

Klaim Berbeda dan Munculnya 'Faktor India'

Islamabad mengklaim serangan itu menewaskan setidaknya "80 militan" yang menargetkan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasinya. Namun, Kementerian Pertahanan Afghanistan membantah keras. Mereka menyatakan serangan itu menghantam sebuah madrasah dan rumah-rumah warga, menewaskan puluhan orang termasuk perempuan dan anak-anak. Sumber Afghanistan bahkan menyebut sedikitnya 17 orang tewas di Nangarhar saja.

Yang menarik, India langsung bereaksi. Kementerian Luar Negeri India mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras aksi militer Pakistan dan menyatakan dukungannya pada kedaulatan serta integritas teritorial Afghanistan. "Ini adalah upaya lain Pakistan untuk mengeksternalisasi kegagalan internalnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India.

Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran Islamabad yang selama ini resah melihat hubungan India dan Taliban yang semakin erat. Kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi ke India pada Oktober lalu dan bantuan kemanusiaan New Delhi pasca-gempa di Afghanistan menjadi sinyal yang tak bisa diabaikan Pakistan.

Baca juga: Operation Hawkeye Strike: Serangan Udara AS Guncang Basis ISIS di Suriah

Dilema Pakistan di Antara Dua Pilihan Buruk

Bagi Pakistan, situasi ini seperti terjepit di antara dua pilihan buruk. Di satu sisi, tekanan publik untuk merespons rentetan serangan di dalam negeri sangat besar. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun paling mematikan dalam satu dekade terakhir, dengan 699 serangan dan lebih dari 1.000 orang tewas akibat kekerasan teror.

Di sisi lain, serangan balasan justru bisa kontraproduktif. Analis keamanan Abdul Basit memperingatkan, "Semakin banyak Pakistan menyerang Afghanistan, semakin dekat Kabul dan TTP." Serangan udara juga merusak hubungan dengan Taliban yang selama ini diminta untuk menindak kelompok bersenjata yang menggunakan wilayah Afghanistan.

Pakistan kini menghadapi tekanan di dua perbatasan. Di timur, ketegangan dengan India masih tinggi pasca-konfrontasi militer singkat tahun lalu. Di barat, hubungan dengan Afghanistan memburuk dan Taliban berjanji akan merespons.

Para ahli menyarankan Pakistan tak hanya mengandalkan tekanan militer. Langkah-langkah seperti membuka kembali perbatasan dan melanjutkan perdagangan bilateral dengan Afghanistan bisa membangun itikad baik. Berbagi intelijen dengan negara-negara seperti China, Qatar, dan Turki juga penting untuk menekan Taliban.

Serangan udara ini mungkin menunjukkan kekuatan, tapi apakah itu bagian dari strategi jangka panjang yang koheren? Dengan janji balasan dari Taliban dan hubungan India yang semakin mesra dengan Kabul, pilihan Pakistan di masa depan kian sempit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Serangan Udara Pakistan di Afghanistan: Respons Atas Tekanan di Dua Perbatasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!