Ilustrasi perang AS Vs Iran. (Freepik/creativaimages)
INDOZONE.ID - Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin menunjukkan perkembangan positif.
Sejumlah pihak menyebut kedua negara telah mendekati kesepakatan kerangka perdamaian yang dapat membuka jalan bagi berakhirnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, kapan perjanjian tersebut akan resmi ditandatangani masih menjadi tanda tanya karena Iran belum memberikan kepastian.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan AS-Iran Segera Ditandatangani, Selat Hormuz akan Dibuka Lagi
Amerika Serikat dan Pakistan sama-sama menyampaikan optimisme bahwa kerangka perjanjian damai antara Washington dan Teheran dapat segera disepakati.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengungkapkan melalui media sosial bahwa penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-80.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan awal dan sedang mempersiapkan proses penandatanganan secara elektronik. Setelah itu, pembahasan teknis akan dilanjutkan pada pekan berikutnya untuk menyelesaikan rincian implementasi.
Namun, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, sebelumnya menegaskan bahwa proses penandatanganan kemungkinan tidak dilakukan pada hari itu dan baru bisa terealisasi dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga: Paus Leo XIV: Perang AS-Israel vs Iran Bukan Perang yang Adil, Serukan Perang Dihentikan
Menurut laporan media Iran, pemerintah masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek dalam rancangan kesepakatan, mulai dari sisi politik, hukum, hingga teknis. Keputusan akhir masih berada di tangan para pengambil kebijakan setelah melalui pembahasan di tingkat ahli.
Di sisi lain, negosiator dari Qatar dikabarkan telah tiba di Teheran untuk membantu memfasilitasi penyelesaian pembicaraan dan mempercepat tercapainya kesepakatan final.
Donald Trump juga menyatakan bahwa apabila perjanjian berhasil diteken, Selat Hormuz akan segera dibuka kembali bagi seluruh pelayaran internasional.
Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia yang sempat ditutup oleh Iran selama konflik berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters