INDOZONE.ID - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai Amerika Serikat (AS) melakukan kesalahan besar dengan menyerang negaranya.
Apa dasar di balik pendapat Boroujerdi? Ternyata, penilaian Boroujerdi lahir dari perang antara Iran dengan AS-Israel yang tidak selesai dalam sekejap.
Boroujerdi menilai Presiden AS Donald Trump melakukan kesalahan perhitungan dalam perang dengan Iran. Sebab, serangan ke pucuk kepemimpinan pihak Teheran tidak memicu pemberontakan yang menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran.
“Kesalahan pertama adalah miskalkulasi, yaitu kalkulasi yang salah. Ia berpikir bahwa dengan dua atau tiga hari bisa menyelesaikan perang terhadap Iran, tetapi dia salah,” kata Boroujerdi dalam kuliah umumnya di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026, dikutip dari Antara, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Tegas, Iran Larang Senjata AS Dikirim via Selat Hormuz
Boroujerdi mengamini bahwa ada masyarakat turun ke jalan usai serangan pertama AS-Israel ke Iran. Ia menilai aksi itu bukan pemberontakan, melainkan bentuk dukungan dan solidaritas untuk negara.
“Setelah itu, masyarakat memang benar turun ke jalan. Namun, mereka bukan turun untuk menggulingkan pemerintahan, melainkan untuk memberikan dukungan dan solidaritas bagi negaranya,” kata Boroujerdi.
Perang antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Teheran.
Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.
Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Iran tidak tinggal diam dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Baca juga: Karena Agresi Militer, Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase
Perang AS-Israel dengan Iran pun berdampak global. Sebab, aksi Iran mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz, jalur maritim paling aktif dengan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melaluinya, membuat harga energi melonjak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara