Kapal tanker Uni Emirat Arab di Selat Hormuz. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
INDOZONE.ID - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengancam tak segan-segan untuk menyerang kapal-kapal Amerika Serikat (AS) dan sekutunya jika mengganggu tanker minyak atau kapal komersial milik Iran.
"Peringatan! Setiap agresi terhadap tanker minyak dan kapal komersial Iran akan dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh," kata komando Angkatan Laut IRGC, menurut laporan Kantor Berita Fars.
Komandan Angkatan Udara IRGC, Majid Mousavi mengatakan, rudal dan drone telah mengunci posisi para musuh dan menunggu perintah untuk diluncurkan.
Baca juga: Jika AS Langgar Gencatan Senjata, IRGC Bersumpah Akan Balas Serangan!
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris telah mengerahkan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan misi multinasional guna mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
HMS Dragon, kapal perusak Type 45 yang sebelumnya ditempatkan di kawasan Mediterania timur dekat Siprus, disebut akan bersiaga di wilayah tersebut.
Sejumlah media Inggris melaporkan kapal itu siap bergabung dalam inisiatif keamanan maritim yang dipimpin Inggris dan Prancis setelah situasi memungkinkan, mengutip keterangan juru bicara kementerian.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
AS dan Iran sempat sepakat untuk gencatan senjata pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad tidak membuahkan hasil dan membuat gencatan senjata diperpanjang.
Situasi kemudian memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu dan membuka jalur diplomasi untuk mencari solusi permanen atas konflik tersebut.
Sejak 13 April, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade angkatan laut dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Baca juga: AS dan Iran Disebut Akan Berunding Lagi Pekan Depan, Capai Kesepakatan Damai?
Trump juga mengumumkan pada Selasa (5/5) bahwa militer AS untuk sementara menghentikan “Project Freedom”, operasi yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Meski demikian, ia menegaskan blokade Amerika terhadap wilayah tersebut masih tetap diberlakukan sepenuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA