Ilustrasi ledakan akibat serangan udara (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
INDOZONE.ID - Sebuah pabrik listrik dan desalinasi di Kuwait dihantam serangan udara, sementara di Uni Emirat Arab (UEA), 12 orang terluka akibat puing-puing saat rudal dicegat.
Serangan ini terjadi pada hari ke-35 perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Otoritas Kuwait menuding Iran sebagai pelaku. Namun Iran membantah dan mengalihkan tuduhan ke Israel.
Garda Revolusi Islam Iran menyebut serangan itu sebagai "tanda kekejaman penduduki Zionis."
Baca juga: Berapa Lama Perjalanan Artemis II ke Bulan? Ini Rincian Misi 10 Hari NASA
Serangan terjadi beberapa jam setelah kilang minyak Al-Ahmadi Kuwait juga menjadi sasaran serangan drone dini hari.
Serangan menyebabkan kebakaran di sejumlah unit operasional. Tidak ada karyawan yang terluka.
Jurnalis Al Jazeera Malik Traina melaporkan dari Kuwait City bahwa ini adalah ketiga kalinya kilang tersebut diserang.
Kilang ini adalah salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dan sangat penting untuk konsumsi lokal.
Baca juga: Artemis II Tinggalkan Orbit Bumi, Melesat ke Sisi Jauh Bulan
Kuwait adalah negara terdekat dengan Iran—hanya 80 kilometer yang memisahkan Kuwait dari garis pantai Iran.
Karena itu, Kuwait adalah target paling mudah dari serangan Iran.
Dalam unggahan awal di X, KUNA memperingatkan bahwa "serangan rudal dan drone musuh" sedang berlangsung di Kuwait. Sirene berbunyi saat ledakan di udara terdengar di seluruh negeri.
Baca juga: Perang Iran Bikin Bir dan Air Kemasan di India Makin Mahal, Industri Tertekan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera