Roket Space Launch System (SLS) dalam misi Artemis II. (Sumber: Reuters)
INDOZONE - Misi Artemis II sukses diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (1/4/2026) malam. Roket setinggi 322 kaki (98 meter) itu membawa empat astronaut dalam perjalanan 10 hari mengelilingi bulan.
Jika berjalan sesuai rencana, kapsul Orion diperkirakan akan mencapai bulan pada 6 April di hari keenam misi.
Ini adalah misi berawak pertama ke sekitar bulan sejak program Apollo berakhir pada 1972.
Baca juga: Artemis II Tinggalkan Orbit Bumi, Melesat ke Sisi Jauh Bulan
Berikut garis besar misi Artemis II.
Para astronaut akan menghabiskan satu hingga dua hari pertama di orbit Bumi tinggi untuk melakukan pengecekan ekstensif terhadap sistem pesawat ruang angkasa.
Setelah itu, sistem propulsi Orion akan melakukan manuver kritis yang disebut "translunar injection"—mendorong pesawat keluar dari orbit Bumi menuju bulan.
Baca juga: Perang Iran Bikin Bir dan Air Kemasan di India Makin Mahal, Industri Tertekan
Selama transit beberapa hari ke bulan, astronaut akan terus memonitor sistem Orion.
Pesawat akan terbang di belakang bulan dalam lintasan "free-return"—jalur strategis yang secara alami mengayunkan kapsul kembali ke Bumi tanpa memerlukan propulsi tambahan.
Orion memasuki pengaruh gravitasi bulan, yang menjadi lebih kuat dari Bumi.
Para astronaut akan menghabiskan waktu menguji pakaian antariksa mereka, termasuk berlatih kecepatan memakainya, menekan udaranya, dan terpasang di kursi.
Baca juga: Trump Pecat Jaksa Agung AS Pam Bondi, Dianggap Gagal Rilis "Berkas Epstein"
Ini adalah hari ketika kru terbang lintas bulan. Pesawat mencapai titik terdekatnya, sekitar 6.450-9.650 kilometer di atas permukaan bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera