Ilustrasi kenaikan harga air mineral di India karena penutupan Selat Hormuz (freepik).
INDOZONE.ID - Perang Iran yang mengganggu pengiriman global melalui Selat Hormuz mulai berdampak pada produk sehari-hari di India.
Air kemasan dan bir terancam naik harga karena biaya produksi melonjak.
Bulan lalu, pemimpin pasar Bisleri menaikkan harga 11 persen. Merek lain seperti Bailley dan Clear Premium Water juga ikut menaikkan harga.
Sebuah studi menunjukkan sekitar 15 persen rumah tangga perkotaan dan 6 persen rumah tangga pedesaan di India bergantung pada air kemasan untuk kebutuhan minum.
Baca juga: Trump Pecat Jaksa Agung AS Pam Bondi, Dianggap Gagal Rilis "Berkas Epstein"
Vijaysinh Dubbal, presiden Asosiasi Produsen Air Kemasan Maharashtra, menjelaskan penyebab utamanya adalah melonjaknya harga minyak mentah.
Minyak mentah digunakan untuk membuat resin pellet PET (Polyethylene Terephthalate)—butiran yang dipanaskan dan dicetak menjadi preforms, lalu dibentuk menjadi botol plastik.
"Biaya preforms telah meningkat dari 115 rupee per kg menjadi sekitar 180 rupee per kg. Ada juga kekurangan pasokan preforms," kata Dubbal.
Sekitar 20 persen pabrik botol di negara bagian Maharashtra telah menghentikan operasi sementara.
Baca juga: Kelompok Bersenjata ADF Serang Desa di Kongo Timur, 43 Orang Tewas dan Puluhan Rumah Dibakar
Meski beberapa perusahaan telah menaikkan harga, Dubbal mengatakan banyak merek dan vendor sejauh ini menyerap kenaikan untuk melindungi konsumen.
Harga satu liter air kemasan (sekitar 20 rupee) atau lima liter (60-70 rupee) sebagian besar masih belum berubah.
"Tapi menyerap biaya tambahan bukanlah praktik berkelanjutan bagi perusahaan. Jika keadaan memburuk, pelanggan kemungkinan akan merasakan dampaknya," ujarnya.
Ia menambahkan tekanan pasokan datang di waktu yang paling buruk. Permintaan air kemasan dan minuman ringan melonjak selama April dan Mei—bulan puncak musim panas di India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC