INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, termasuk pabrik desalinasi air laut.
Hal itu ia akan lakukan jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Dalam unggahan di Truth Social, Senin (30/3/2026), Trump menyatakan akan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya" pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan "mungkin semua pabrik desalinasi" Iran.
Baca juga: Drone Iran Serang Tanker Kuwait di Dubai, Kapal Bermuatan 2 Juta Barel Minyak Terbakar
Para analis memperingatkan bahwa bahaya terbesar mungkin bukan dari apa yang bisa dilakukan Trump terhadap Iran, tapi bagaimana Tehran bisa membalas.
Iran hanya mengandalkan desalinasi untuk sebagian kecil pasokan airnya. Sebaliknya, negara-negara Teluk sangat bergantung pada teknologi ini.
Ratusan pabrik desalinasi berada di sepanjang pantai Teluk Persia. Tanpa pabrik-pabrik ini, kota-kota besar seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha tidak akan mampu menopang populasi mereka saat ini.
Baca juga: Ukraina Terus Serang Kilang Minyak Rusia, Api Berkobar Berhari-hari, Ekspor Minyak Mandek
"Fasilitas desalinasi sering kali diperlukan untuk kelangsungan hidup penduduk sipil dan penghancuran yang disengaja terhadap fasilitas semacam itu adalah kejahatan perang," kata Niku Jafarnia, peneliti di Human Rights Watch.
Iran sendiri sudah menghadapi kekeringan ekstrem selama lima tahun terakhir. Beberapa laporan media Iran menyebut waduk yang memasok Tehran berada di bawah kapasitas 10 persen.
Serangan udara Israel pada 7 Maret di depot minyak di sekitar Tehran menghasilkan asap tebal dan hujan asam. Para ahli memperingatkan dampaknya bisa mencemari tanah dan sebagian pasokan air kota.
Baca juga: Polda Metro Jaya Ciduk Pengedar Uang Palsu di Bogor, Uang Rp620 Juta Siap Edar Disita
Negara Teluk punya ketergantungan besar terhadap fasilitas desalinasi. Analisis CIA tahun 2010 memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas desalinasi dapat memicu krisis nasional di beberapa negara Teluk.
Gangguan berkepanjangan bisa berlangsung berbulan-bulan jika peralatan kritis hancur. Lebih dari 90 persen air desalinasi Teluk berasal dari hanya 56 pabrik. Setiap pabrik ini "sangat rentan terhadap sabotase atau aksi militer."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP News