Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat menyatakan negaranya mulai bergerak untuk mengendalikan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik dengan Iran.
Hal itu disampaikan Trump saat wawancara dengan Channel 14, saat dirinya ditanya apakah Washington mampu menguasai jalur laut strategis tersebut.
“Ya, tentu saja, itu sudah terjadi," ucap Trump singkat.
Baca juga: Tumpahan Minyak di Teluk Meksiko Hantam Nelayan Saat Masa Puncak, Pasar Ikan Sepi Pembeli
Trump juga menyoroti hubungan koordinasi yang disebutnya sangat erat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait situasi Iran. Ia menegaskan bahwa komunikasi antara kedua negara berjalan sangat baik.
“Koordinasinya sangat dekat. Hubungan kami baik, bahkan tidak bisa lebih baik lagi,” ujar Trump.
Trump menambahkan, Iran sangat menginginkan tercapainya sebuah kesepakatan dengan AS. Menurut Trump, Teheran sedang berada di posisi sulit karena tak mampu menghadapi tekanan.
“Saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Siapa pun pasti menginginkan itu jika berada dalam kondisi terdesak seperti sekarang,” katanya.
Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Serangan tersebut disebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta beberapa negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Baca juga: Setelah Iran, Donald Trump Sebut Kuba Bisa Jadi Target Militer AS Selanjutnya
Serangan ini menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengguncang pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu