Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 20:35 WIB

Trump Jadwalkan Kunjungan ke China pada Mei, Bertemu Xi Jinping Usai Penundaan akibat Perang Iran

Trump Jadwalkan Kunjungan ke China pada Mei, Bertemu Xi Jinping Usai Penundaan akibat Perang IranPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, bereaksi saat menggelar pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada pertengahan Mei mendatang untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping. 

Kunjungan ini menjadi sorotan dunia karena sebelumnya sempat ditunda akibat konflik yang sedang berlangsung di Iran.

Trump mengungkapkan bahwa ia akan berada di Beijing pada 14-15 Mei 2026, setelah sebelumnya rencana perjalanan tersebut dijadwalkan lebih awal namun harus ditunda. 

Dalam pernyataannya, Trump juga menyebutkan bahwa Xi Jinping akan melakukan kunjungan balasan ke Washington pada akhir tahun ini.

Baca juga: Iran Tolak Klaim Negosiasi Trump di Tengah Saling Serang dengan Israel

Upaya Menjaga Stabilitas di Tengah Ketegangan Global

Penjadwalan ulang kunjungan ini mencerminkan upaya Trump untuk tetap menunjukkan kepemimpinan di tengah situasi global yang penuh tekanan, terutama akibat konflik di Timur Tengah. 

Di saat yang sama, ia juga berusaha mengelola hubungan yang cukup tegang antara dua ekonomi terbesar dunia, yaitu Amerika Serikat dan China.

Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Trump ke China dalam delapan tahun terakhir. Sebelumnya, pertemuan langsung terakhir antara kedua pemimpin terjadi pada Oktober 2025 di Korea Selatan, di mana keduanya sempat menyepakati gencatan dalam ketegangan perdagangan.

Baca juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum Trump

Agenda Diplomasi dan Isu Sensitif

Selama kunjungan dua hari tersebut, pembahasan diperkirakan mencakup berbagai isu penting. Di satu sisi, kedua negara berpeluang mencapai kesepakatan kerja sama, terutama di sektor perdagangan seperti pertanian dan komponen pesawat.

Namun di sisi lain, sejumlah isu sensitif juga akan menjadi topik utama, termasuk masalah Taiwan. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahan Trump meningkatkan penjualan senjata ke Taiwan, yang memicu ketegangan dengan Beijing.

Pemerintah China pun mengingatkan Amerika Serikat agar berhati-hati dalam menangani isu tersebut, mengingat sensitivitasnya yang tinggi.

Dampak Perang Iran terhadap Hubungan Global

Situasi konflik di Iran turut menjadi faktor besar yang memengaruhi dinamika hubungan internasional. Perang tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga berdampak pada ekonomi global, terutama sektor energi.

Trump sebelumnya meminta dukungan dari negara-negara konsumen minyak utama, termasuk China, untuk menekan upaya Iran menutup Selat Hormuz. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum mendapatkan respons signifikan dari Beijing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Trump Jadwalkan Kunjungan ke China pada Mei, Bertemu Xi Jinping Usai Penundaan akibat Perang Iran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!