Ilustrasi narkoba. (Freepik/MK-studio)
INDOZONE.ID - Proses penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berakhir petaka usai warga melakukan perlawanan. Sebanyak satu personel kepolisian ditemukan tewas sedangkan dua lainnya hilang.
Operasi penangkapan itu sendiri berlangsung pada Rabu, 1 Juni 2026 malam hingga kamis dini hari. Jajaran Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Proses penggerebekan untum menangkap BIO-pun dilaksanakan.
Baca juga: Polda Metro Tangkap 2 Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia, Modus Dikemas dalam Beras India
Sebanyak 12 personel kepolisian diterjunkan dalam operasi tersebut. Tim sendiri dibagi menjadi dua dimulai dari tim pertama melakukan penindakan di rumah target dan tim selanjutnya bersiaga di lokasi lain.
Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.
Nahas, massa semakin bertambah hingga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan ke arah petugas. Situasi yang kacau membuat polisi berupaya menyelamatkan diri.
Bahkan, ada polisi yang harus berenang menyebragi sungai hingga berlindung di hutan untuk menghindari amukan massa. Dalam insiden ini, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.
Baca juga: Polda Metro Pamerkan Barang Bukti Narkoba, Tumpukan Uang Hingga Judi Permainan Timezone
Dua polisi lainnya yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dikabarkan hilang dan masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebut jika pihaknya memberikan dukungan penuh untuk jajaran Polda Kalimantan Tengah untum mengungkap kasus tersebut.
"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," kata Brigjen Eko kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan