INDOZONE.ID - Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara pada Rabu (25 Maret 2026).
Di tengah situasi yang semakin tegang, pemerintah Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa Washington sedang melakukan negosiasi dengan Teheran untuk mengakhiri perang.
Pihak militer Iran bahkan menyindir pernyataan tersebut. Juru bicara utama komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, mengatakan bahwa Amerika Serikat seolah “bernegosiasi dengan dirinya sendiri.”
Ia menyampaikan kritik tajam melalui televisi nasional Iran, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah mencapai kesepakatan dengan pemerintahan AS, baik sekarang maupun di masa depan.
Baca juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum Trump
Penolakan Iran terhadap perundingan bukan tanpa alasan. Kepemimpinan negara tersebut mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, Amerika Serikat justru melakukan serangan militer saat proses negosiasi tingkat tinggi masih berlangsung.
Hal ini membuat kepercayaan Iran terhadap niat diplomasi AS semakin menurun. Mereka menilai pembicaraan damai tidak lagi relevan dalam kondisi saat ini.
Baca juga: Iran Buka Peluang Kapal Jepang Melintas di Selat Hormuz
Memasuki minggu keempat konflik, intensitas serangan dari kedua pihak belum menunjukkan tanda mereda. Ribuan korban jiwa dilaporkan, sementara dampaknya meluas hingga ke sektor energi global.
Militer Israel menyatakan telah meluncurkan serangan besar-besaran yang menargetkan infrastruktur penting di Teheran.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa serangan tersebut juga menghantam kawasan permukiman warga, dengan tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah melancarkan gelombang serangan baru ke berbagai wilayah di Israel, termasuk Tel Aviv dan Kiryat Shmona. Tak hanya itu, target juga mencakup pangkalan militer AS di beberapa negara seperti Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Konflik ini juga merembet ke kawasan Teluk. Kuwait dan Arab Saudi melaporkan berhasil menggagalkan serangan drone, meskipun tidak disebutkan secara jelas asal serangan tersebut.
Salah satu insiden terjadi di Bandara Internasional Kuwait, di mana sebuah drone menghantam tangki bahan bakar hingga menyebabkan kebakaran. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com