INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan NATO kini jadi lebih baik pada Kamis 19 Maret 2026, waktu setempat.
Trump melontarkan pernyataan itu setelah sempat mengkritik sekutunya, termasuk NATO, yang enggan memenuhi permintaan Negeri Paman Sam untuk mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz untuk buka blokade Iran.
Kritik Trump bahkan lebih tajam dengan menyebut kerja sama AS dengan para sekutunya bak berjalan satu arah, tanpa timbal balik.
"Dan dalam kasus NATO, mereka tidak ingin membantu kami mempertahankan Selat (Hormuz), padahal merekalah yang membutuhkannya," kata Trump kepada wartawan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih, dikutip dari Antara, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Iran Peringatkan 'Zero Restraint' Jika Infrastrukturnya Diserang Lagi, Qatar Terdampak Parah
"Tapi, sekarang mereka menjadi jauh lebih baik karena mereka melihat sikap saya, mereka menjadi jauh lebih baik," imbuhnya.
Perang di Timur Tengah dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran, pada 28 Februari 2026. Pihak Teheran membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, jadi salah satu korban dari serangan AS-Israel. Posisi Ali Khamenei digantikan oleh putra keduanya, yaitu Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Seiring perang berjalan, Iran tidak mengizinkan kapal-kapal milik AS dan negara-negara sekutunya untuk melewati Selat Hormuz. Pihak Teheran cuma melarang pihak musuh untuk melewati Selat Hormuz.
Keputusan Iran bikin banyak negara ketar-ketir, terutama yang berlabel sekutu AS. Bagaimana tidak, Selat Hormuz merupakan jalur maritim utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke seluruh dunia.
Namun, tindakan Iran dapat dipandang sebagai upaya perlindungan diri. Apalagi, sejak perang pecah pada akhir Februari silam, 1.300 orang Iran telah meninggal dunia.
Tak ayal, hingga kini, Iran terus melancarkan serangan balasan kepada AS-Israel yang membuat eskalasi konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara