INDOZONE.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah lebih dari 20 negara menyatakan kesiapan mereka untuk ikut menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas tindakan Iran yang dinilai mengganggu jalur vital perdagangan energi dunia.
Sebanyak 22 negara, yang sebagian besar berasal dari Eropa serta didukung oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Iran.
Mereka menyoroti serangan terhadap kapal dagang yang tidak bersenjata di kawasan Teluk, serta serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.
Tak hanya itu, Iran juga disebut telah secara de facto menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu nadi utama distribusi energi global.
Baca juga: Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Iran, AS Longgarkan Sanksi Minyak
Dalam pernyataan tersebut, negara-negara tersebut menegaskan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam berbagai upaya demi memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Mereka juga menyambut baik langkah sejumlah negara yang sudah mulai melakukan perencanaan awal untuk menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Langkah ini menunjukkan adanya kekhawatiran global terhadap dampak yang lebih luas jika jalur tersebut benar-benar terganggu dalam waktu lama.
Baca juga: 5 Masalah Netanyahu yang 'Terselesaikan' oleh Perang Iran
Ketegangan ini tidak lepas dari eskalasi konflik yang terjadi sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebagai balasan, Teheran melakukan serangan ke negara-negara tetangganya di kawasan Teluk serta menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Akibatnya, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut mengalami penurunan drastis. Dalam periode 1 hingga 19 Maret, hanya tercatat 116 pelayaran kapal komoditas yang melintasi selat tersebut, turun sekitar 95 persen dibandingkan kondisi normal.
Selat Hormuz memiliki peran yang sangat krusial, karena sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia biasanya melewati jalur ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com