Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 MARET 2026 • 10:35 WIB

Iran Peringatkan 'Zero Restraint' Jika Infrastrukturnya Diserang Lagi, Qatar Terdampak Parah

Author

Iran Peringatkan Zero Restraint Jika Infrastrukturnya Diserang Lagi, Qatar Terdampak ParahMenlu Iran, Abbas Araghchi. (REUTERS/Denis Balibouse)

INDOZONE.ID - Konflik Iran-Israel kini memasuki babak baru yang lebih mengerikan, dan dampaknya mulai dirasakan negara tetangga. 

Iran mengeluarkan peringatan keras pada Kamis (19/3/2026) bahwa mereka akan menunjukkan "zero restraint" atau tanpa batas jika infrastruktur energinya kembali diserang. 

Peringatan ini muncul sehari setelah Israel menyerang ladang gas kritis Iran, South Pars, dan Iran membalas dengan menghantam fasilitas energi di sejumlah negara Teluk.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam unggahan di X menegaskan bahwa respons Iran terhadap serangan Israel sebelumnya hanya menggunakan "sebagian kecil" kekuatan mereka. 

Baca juga: Mantan Direktur FBI James Comey Dipanggil Paksa, Jadi Target Investigasi Pemerintahan Trump

Alasan menahan diri, menurutnya, adalah karena menghormati permintaan de-eskalasi. "ZERO restraint jika infrastruktur kami diserang lagi," tulisnya.

Qatar Kehilangan 17 Persen Kapasitas Ekspor LNG

Peringatan ini datang di tengah kepanikan Qatar yang masih menghitung kerusakan akibat serangan Iran. 

Kompleks Ras Laffan Industrial City, fasilitas yang memproses sekitar 20 persen pasokan gas alam cair (LNG) dunia, menjadi sasaran.

CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengungkapkan kerusakan parah: dua dari 14 unit pencairan gas (LNG train) dan satu fasilitas gas-to-liquids hancur. 

Baca juga: Operasi Kejar Bos Kartel di Sinaloa Meksiko Berujung Baku Tembak, 11 Tersangka Tewas

Akibatnya, 12,8 juta ton produksi LNG per tahun akan terhenti selama tiga hingga lima tahun ke depan. Qatar memperkirakan kerugian pendapatan tahunan mencapai $20 miliar.

"Saya tidak pernah dalam mimpi terliar membayangkan Qatar akan diserang seperti ini, terutama oleh negara Muslim yang bersaudara di bulan Ramadan," ujar al-Kaabi dengan nada getir.

Qatar terpaksa mengumumkan force majeure pada kontrak jangka panjang pasokan LNG ke Italia, Belgia, Korea Selatan, dan China. 

"Untuk memulai kembali produksi, pertama-tama permusuhan harus berhenti," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Iran Peringatkan 'Zero Restraint' Jika Infrastrukturnya Diserang Lagi, Qatar Terdampak Parah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!