Menlu Iran, Abbas Araghchi. (REUTERS/Denis Balibouse)
INDOZONE.ID - Konflik Iran-Israel kini memasuki babak baru yang lebih mengerikan, dan dampaknya mulai dirasakan negara tetangga.
Iran mengeluarkan peringatan keras pada Kamis (19/3/2026) bahwa mereka akan menunjukkan "zero restraint" atau tanpa batas jika infrastruktur energinya kembali diserang.
Peringatan ini muncul sehari setelah Israel menyerang ladang gas kritis Iran, South Pars, dan Iran membalas dengan menghantam fasilitas energi di sejumlah negara Teluk.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam unggahan di X menegaskan bahwa respons Iran terhadap serangan Israel sebelumnya hanya menggunakan "sebagian kecil" kekuatan mereka.
Baca juga: Mantan Direktur FBI James Comey Dipanggil Paksa, Jadi Target Investigasi Pemerintahan Trump
Alasan menahan diri, menurutnya, adalah karena menghormati permintaan de-eskalasi. "ZERO restraint jika infrastruktur kami diserang lagi," tulisnya.
Peringatan ini datang di tengah kepanikan Qatar yang masih menghitung kerusakan akibat serangan Iran.
Kompleks Ras Laffan Industrial City, fasilitas yang memproses sekitar 20 persen pasokan gas alam cair (LNG) dunia, menjadi sasaran.
CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengungkapkan kerusakan parah: dua dari 14 unit pencairan gas (LNG train) dan satu fasilitas gas-to-liquids hancur.
Baca juga: Operasi Kejar Bos Kartel di Sinaloa Meksiko Berujung Baku Tembak, 11 Tersangka Tewas
Akibatnya, 12,8 juta ton produksi LNG per tahun akan terhenti selama tiga hingga lima tahun ke depan. Qatar memperkirakan kerugian pendapatan tahunan mencapai $20 miliar.
"Saya tidak pernah dalam mimpi terliar membayangkan Qatar akan diserang seperti ini, terutama oleh negara Muslim yang bersaudara di bulan Ramadan," ujar al-Kaabi dengan nada getir.
Qatar terpaksa mengumumkan force majeure pada kontrak jangka panjang pasokan LNG ke Italia, Belgia, Korea Selatan, dan China.
"Untuk memulai kembali produksi, pertama-tama permusuhan harus berhenti," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera