INDOZONE.ID - Sebuah kilang minyak di Haifa, Israel utara, menjadi target serangan rudal Iran pada Kamis (19/3/2026).
Oil Refineries Ltd, pemilik fasilitas tersebut, mengonfirmasi bahwa infrastruktur penting mengalami kerusakan dalam serangan itu.
Dalam pernyataannya kepada bursa efek Tel Aviv, Jumat (20/3/2026), perusahaan mengatakan bahwa serangan menyebabkan "hantaman lokal" di kompleks kilang mereka.
Infrastruktur kelistrikan yang memasok fasilitas layanan dan area terbuka di dekat gedung administrasi menjadi sasaran.
Baca juga: Sempat Lontarkan Kritik karena Enggan Bantu AS, Donald Trump Sebut NATO Kini Lebih Baik
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Perusahaan juga menyatakan bahwa sebagian besar fasilitas produksi masih beroperasi, dan sisanya sedang dalam proses dinyalakan kembali.
Infrastruktur yang rusak disebutkan milik pihak ketiga, dan diperkirakan akan kembali beroperasi dalam beberapa hari ke depan.
Oil Refineries Ltd tidak merinci identitas pihak ketiga tersebut, juga tidak menjelaskan secara detail berapa banyak unit produksi yang terdampak.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, sebelumnya pada Kamis mengatakan bahwa serangan Iran memang menghantam kilang minyak tersebut dan menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik.
Baca juga: AS Dakwa Tiga Orang atas Konspirasi Pengiriman Teknologi AI Senilai Miliaran Dolar ke Cina
Namun menurutnya, kerusakan itu tidak signifikan. Serangan itu sempat menyebabkan pemadaman listrik sementara di sebagian wilayah Israel.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik regional yang semakin meluas, di mana infrastruktur energi di kedua belah pihak menjadi sasaran utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters