Penampakan Selat Hormuz pada 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)
INDOZONE.ID - Klaim penutupan Selat Hormuz oleh pihak Teheran dibantah oleh misi tetap Iran untuk PBB. Misi tetap Iran untuk PBB menuduh Amerika Serikat (AS) telah membahayakan pelayaran di kawasan tersebut.
"Klaim bahwa Iran menutup Selat Hormuz tidak berdasar dan tidak masuk akal," tulis misi tersebut di platform media sosial X, dikutip dari Antara, Jumat (6/3/2026).
Misi tetap Iran untuk PBB itu justru menyatakan AS sebagai dalang di balik tenggelamnya kapal fregat Dena milik Angkatan Laut Iran.
Pihak Teheran menilai fregat Dena, yang membawa 1300 pelaut itu, ditenggelamkan oleh kapal selam AS di perairan internasional tanpa peringatan di Samudra Hindia.
Serangan terhadap fregat Dena menewaskan lebih dari 100 pelaut. Selain itu, 32 pelaut terluka hingga masih banyak yang belum diketahui keberadaannya.
Baca juga: Presiden Azerbaijan Ancam Balas Serangan Drone yang Diduga Diluncurkan dari Iran
Sebelum diserang, fregat Dena baru pulang usai mengikuti latihan angkatan laut di lepas pantai India pada bulan lalu.
"Serangan sembrono ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kebebasan navigasi," lanjut pernyataan itu.
Iran seakan menegaskan, bahwa tetap berkomitmen pada hukum internasional dan kebebasan navigasi.
AS-Israel memulai serangan ke Iran sejak Sabtu 28 Februari 2026, waktu setempat. Sebanyak 926 orang meninggal dunia, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan sejumlah bangunan rusak.
Iran tidak tinggal diam saja dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran membalas dengan meluncurkan sejumlah rudal dan pesawat tak berawak ke Israel serta sejumlah aset militer AS di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara