INDOZONE.ID - Ketegangan di kawasan Kaukasus kembali meningkat, setelah Azerbaijan menuduh Iran melakukan serangan drone ke wilayahnya.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyebutkan, insiden tersebut sebagai tindakan terorisme dan menegaskan bahwa, negaranya akan mengambil langkah balasan.
Insiden itu terjadi di wilayah eksklave Nakhchivan, sebuah wilayah Azerbaijan yang terpisah dari daratan utamanya dan berbatasan langsung dengan Iran.
Menurut laporan otoritas setempat, dua drone melintasi perbatasan sebelum akhirnya jatuh di wilayah Azerbaijan.
Salah satu drone dilaporkan menghantam bangunan terminal Bandara Internasional Nakhchivan, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Iran.
Sementara drone lainnya jatuh di dekat sebuah gedung sekolah di desa yang berada tak jauh dari lokasi bandara.
Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, sumber yang dekat dengan pemerintah Azerbaijan menyebutkan, insiden tersebut juga memicu kebakaran di sekitar area bandara.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan, asap hitam membumbung tinggi di sekitar bandara. Di dalam terminal, terlihat kerusakan pada bagian atap kaca (skylight) akibat ledakan.
Baca juga: Balas Agresi Israel, Iran Kirim Serangan Roket Pertama
Presiden Ilham Aliyev mengecam keras insiden tersebut. Dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan Azerbaijan, ia menyatakan, serangan drone itu merupakan aksi teror yang berasal dari wilayah Iran.
Aliyev juga mengungkapkan, militer Azerbaijan telah diperintahkan untuk mempersiapkan langkah-langkah pembalasan.
Pasukan negara itu disebut telah ditempatkan pada tingkat mobilisasi tertinggi, dan siap melaksanakan operasi militer jika diperlukan.
Menurut Aliyev, Azerbaijan tidak akan membiarkan serangan terhadap wilayahnya terjadi tanpa respons.
Baca juga: Netanyahu: Perang Lawan Iran Tak Akan Berlangsung Bertahun-Tahun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters