INDOZONE.ID - Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Israel, mungkin berlangsung lebih lama lagi.
Melansir surat kabar Politico, Kamis (5/3/2026), AS mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran berlangsung setidaknya hingga 100 hari.
Jika laporan Politico menjadi kenyataan operasi militer AS terhadap Iran akan berlangsung hingga September.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Rabu 4 Maret 2026, waktu setempat, menyatakan revisi jadwal operasi militer terhadap Iran.
Operasi militer terhadap Iran awalnya direncanakan empat hingga lima pekan, kini jadi delapan pekan.
Rencana awal itu selaras dengan tenggat waktu empat hingga lima pekan penyelesaian serangan terhadap Iran jika diperlukan, yang diungkapkan Presiden AS, Donald Trump.
Baca juga: Konflik Meluas, Korban Jiwa di Iran Tembus 1.045 Orang
Politico pun melaporkan, bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besar, di Tampa, Florida, AS. Permintaan ini untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Permintaan ini mengindikasikan Pentagon mempersiapkan anggaran untuk operasi militer berkepanjangan.
Politico menilai, pemerintahan AS di bawah Trump belum siap untuk menghadapi konflik lebih besar dengan Iran, dengan peningkatan sumber daya evakuasi warga mereka dari Timur Tengah dan penguatan pasukan intelijen.
Serangan pertama AS-Israel ke Iran dimulai pada Sabtu 28 Februari 2026, waktu setempat. Sejumlah serangan dilancarkan ke beberapa target di Iran, terutama Ibu Kota Teheran.
Serangan itu mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan dan munculnya korban jiwa warga sipil. Sebagai balasan, Iran luncurkan rudal ke Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara