Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 MARET 2026 • 10:24 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Dikabarkan Tewas, Sosok Anti-Barat yang Disegani

Author

Pemimpin Tertinggi Iran Dikabarkan Tewas, Sosok Anti-Barat yang DiseganiPemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berbicara dalam pesan yang disiarkan di televisi setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel, di Teheran, Iran, 26 Juni 2025. (Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA/Handout via REUTERS)

INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah. Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dikabarkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan seorang pejabat senior Israel, meski pemerintah Iran sendiri belum memberikan konfirmasi resmi.

Serangan yang disebut menjadi yang terbesar dalam konflik berkepanjangan ini menargetkan kompleks tempat tinggal Khamenei di Teheran. Jika benar, kepergian pria berusia 86 tahun ini akan menjadi pukulan telak bagi Republik Islam Iran yang telah ia pimpin selama lebih dari tiga dekade.

Krisis Terparah di Akhir Masa Kekuasaan

Sebelum serangan terbaru ini, Khamenei sebenarnya sudah menghadapi ujian terbesar selama 36 tahun kepemimpinannya. Ia harus mengelola negosiasi alot dengan AS terkait program nuklir Iran, di tengah tekanan internasional yang menggunung.

Di dalam negeri, pemerintahannya diguncang gelombang protes besar. Awal tahun ini, ia memerintahkan tindakan keras terhadap demonstran yang awalnya memprotes kenaikan harga sembako. Aparat keamanan bahkan melepaskan tembakan ke arah massa yang meneriakkan, "Kematian untuk diktator!"

Baca juga: Mantan Navy SEAL yang Bunuh Osama bin Laden Siap Habisi Ayatollah Ali Khamenei Jika Diminta

Kekuasaannya atas Timur Tengah juga mulai tergerus. Serangan Hamas yang didukung Iran terhadap Israel pada Oktober 2023 lalu memicu reaksi berantai. Israel melancarkan serangan balasan yang melemahkan sekutu-sekutu penting Iran, seperti Hizbullah di Lebanon. Kejatuhan sekutu lainnya, Bashar al-Assad di Suriah, semakin mempersempit pengaruh Teheran di kawasan.

Dari Figur Lemah Menjadi Penguasa yang Disegani

Pemimpin Tertinggi Iran Dikabarkan Tewas, Sosok Anti-Barat yang DiseganiPemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (WANA/Handout via REUTERS)

Jalan Khamenei menuju puncak kekuasaan tidaklah mudah. Ketika pertama kali ditunjuk sebagai penerus pendiri Republik Islam, Ayatullah Ruhollah Khomeini, pada 1989, ia kerap dianggap lemah. Status keagamaannya saat itu bahkan belum mencapai level ayatollah, sehingga ia kesulitan memerintah hanya berdasarkan otoritas agama.

Namun, kecerdikan dan naluri politiknya yang tajam membuatnya bertahan. Ia membangun aparat keamanan yang sangat kuat dan loyal, terutama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan sukarelawan Basij, yang setia hanya kepadanya. Dua institusi inilah yang menjadi tulang punggung kekuasaannya, digunakan untuk membungkam oposisi dan menumpas setiap gerakan protes, mulai dari demonstrasi tahun 2009, aksi pasca-kematian Mahsa Amini pada 2022, hingga unjuk rasa awal tahun ini.

Kekuasaannya juga ditopang oleh imperium keuangan parastatal bernama Setad. Berada di bawah kendali langsungnya, lembaga ini bernilai puluhan miliar dolar dan terus mengucurkan dana besar bagi IRGC.

Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei: Iran akan Menang atas Israel dengan Izin Allah

Fleksibilitas di Balik Retorika Keras

Sepanjang kariernya, Khamenei dikenal sebagai musuh bebuyutan AS dan Israel. Ia sering menuduh Washington berupaya menjatuhkan pemerintahannya. Namun, di balik retorika kerasnya, ia juga seorang realis. Ia memperkenalkan konsep "fleksibilitas heroik" yang membolehkannya melakukan kompromi taktis demi kelangsungan Republik Islam.

Salah satu wujudnya adalah dukungannya yang hati-hati terhadap kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar pada 2015. Ia saat itu menghitung bahwa keringanan sanksi diperlukan untuk menyelamatkan ekonomi dan memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh menolak meninggalkan program rudal balistik yang dianggapnya sebagai alat pencegah (deterrent) utama dari serangan musuh.

Kepergian Khamenei, jika benar terjadi, pasti akan meninggalkan kekosongan kekuasaan yang sangat besar. Sosok yang selamat dari upaya pembunuhan di masa mudanya dan melalui perang delapan tahun dengan Irak ini telah berhasil mengubah dirinya dari seorang presiden yang lemah menjadi salah satu penguasa Iran paling berpengaruh dalam satu abad terakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemimpin Tertinggi Iran Dikabarkan Tewas, Sosok Anti-Barat yang Disegani

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!