Pemimpin Tertinggi Dunia, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia. (REUTERS/Stringer)
INDOZONE.ID - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026). Kematian Khamenei memicu beragam reaksi dari para pemimpin dunia, mulai dari dukungan, kecaman hingga seruan untuk menahan diri.
Sebelum diumumkan pemerintah Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lebih dulu mengumumkan kematian Khamenei melalui platform Truth Social. Ia menyebut momen tersebut sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara.
AS dan Israel menyerang ibu kota Teheran serta sejumlah kota lain seperti Qom, Karaj, Kermanshah, Tabriz, dan Isfahan, lokasi salah satu fasilitas nuklir utama Iran.
Baca juga: Ali Khamenei Tewas, Ini 5 Calon Kuat Penggantinya
Beberapa jam setelah AS dan Israel meluncurkan serangan, Rusia dan China menyatakan dukungan terhadap Iran.
Sementara Kanada, Australia, dan Ukraina termasuk di antara negara-negara yang menyatakan dukungan kepada AS dan Israel. Sejumlah pemimpin dunia lainnya menyerukan penahanan diri dan de-eskalasi konflik.
Berikut ini tanggapan dari para pemimpin dunia terkait operasi militer AS dan Israel yang menewaskan Ali Khamenei.
Rusia mengecam keras operasi militer yang dilakukan AS dan Israel. Moskow menyebutnya sebagai tindakan agresi bersenjata yang telah direncanakan sebelumnya terhadap negara berdaulat anggota PBB.
Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh AS dan Israel telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam jurang eskalasi tak terkendali dan memperingatkan potensi bencana kemanusiaan, ekonomi, bahkan radiologis di kawasan.
Sama dengan Rusia, China juga mengecam AS dan Israel. Kemenlu China menyatakan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati.
China menyerukan penghentian segera aksi militer, mencegah eskalasi lebih lanjut, serta melanjutkan dialog dan negosiasi guna menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memimpin rapat darurat komite Cobra untuk membahas respons pemerintah atas serangan AS-Israel terhadap Iran.
Meski tak terlibat langsung dalam operasi militer AS-Israel, Inggris sebagai sekutu telah mengerahkan jet tempur RAF Typhoon ke Qatar untuk melindungi pangkalan udara al-Udeid serta fasilitas militer di kawasan tersebut.
Pemerintah Inggris menyatakan tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas. Namun, Inggris menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan Inggris terus mendukung solusi melalui jalur perundingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TIME