Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee (youtube @TuckerCarlson).
INDOZONE.ID - Pernyataan kontroversial kembali muncul dari pejabat tinggi Amerika Serikat.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang tayang Jumat (20/2/2026), mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak akan keberatan jika Israel memperluas wilayahnya hingga mencakup sebagian besar Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul saat Carlson mengangkat janji dalam teks agama yang menyebut tanah untuk keturunan Abraham membentang dari Sungai Efrat di Irak hingga Sungai Nil di Mesir.
Wilayah seluas itu secara geografis akan mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi saat ini.
Baca juga: Menlu Indonesia dan AS Komitmen Bentuk Kemitraan Strategis: Dukungan untuk Palestina
"Saya rasa tidak masalah jika mereka mengambil semuanya," ujar Huckabee yang ditunjuk Presiden Donald Trump tahun lalu.
Meski Carlson tampak terkejut, Huckabee kemudian menyebut pernyataannya itu "agak hiperbolis".
Namun, ia tetap membuka pintu bagi ekspansionisme Israel berdasarkan interpretasi agamanya.
"Jika mereka pada akhirnya diserang oleh semua tempat ini, dan mereka memenangkan perang itu, dan mereka mengambil tanah itu, oke, itu diskusi yang sama sekali berbeda," tambahnya.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran agar Capai Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari: Jika Tidak, Hal Buruk Akan Terjadi
Pernyataan Huckabee ini secara langsung bertentangan dengan prinsip fundamental hukum internasional pasca-Perang Dunia II, yaitu integritas teritorial dan larangan akuisisi tanah dengan kekerasan.
Mahkamah Internasional (ICJ) bahkan pada 2024 telah memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan harus segera diakhiri.
Saat ini, Israel tercatat masih menduduki sejumlah wilayah:
Baca juga: Trump Ultimatum Iran agar Capai Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari: Jika Tidak, Hal Buruk Akan Terjadi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera.com