Serangan Israel di Gaza (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
INDOZONE.ID - Gencatan senjata yang udah berjalan beberapa bulan di Gaza lagi-lagi terusik.
Minggu (15/2/2026), Israel melancarkan serangan udara di sejumlah wilayah Gaza yang menewaskan sedikitnya 11 warga Palestina, menurut otoritas setempat.
Pihak Israel menyebut aksi ini sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh kelompok militan Hamas.
Vibes-nya mencekam, apalagi serangan kali ini menyasar tenda pengungsi.
Baca juga: Panglima Suriah Kuasai Pangkalan Shaddadi, Koordinasi dengan AS di Balik Layar
Menurut keterangan para medis di Gaza, sebuah serangan menghantam perkemahan tenda yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi, menewaskan sedikitnya empat orang.
Serangan lain di Khan Younis, selatan Gaza, menewaskan lima orang, dan satu orang lainnya ditembak mati di utara.
Selain itu, serangan udara juga menargetkan seorang komandan kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas, di lingkungan Tel Al-Hawa, Kota Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, langsung bereaksi keras.
Baca juga: Makin Panas! Kanada Ikut-ikutan Ingin 'Regime Change' di Iran, Tambah Sanksi
Ia menuduh Israel melakukan "pembantaian" baru terhadap warga sipil yang mengungsi dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
Qassem mendesak pihak-pihak yang akan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump pekan depan untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran dan segera mengimplementasikan kesepakatan.
Sementara itu, seorang pejabat militer Israel membela aksi tersebut. Ia menyebut serangan kali ini "presisi" dan sesuai hukum internasional.
Menurutnya, aksi ini dilakukan sebagai balasan atas pelanggaran jelas Hamas terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters