INDOZONE.ID - Iran secara terbuka memperingatkan negara-negara Timur Tengah yang menjadi sekutu Amerika Serikat. Teheran menegaskan, pangkalan militer AS di wilayah mereka akan menjadi sasaran serangan jika Washington melancarkan aksi militer terhadap Iran.
Pernyataan keras ini disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Rabu (14/1/2026), di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat.
Ancaman tersebut muncul saat Iran menghadapi protes besar di dalam negeri yang menelan ribuan korban jiwa. Situasi ini dinilai sebagai salah satu krisis politik paling serius bagi pemerintahan ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Baca juga: Iran dan AS Isyaratkan Peluang Meredanya Ketegangan Nuklir
Pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan Teheran telah meminta negara-negara sekutu AS di kawasan mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Turki untuk mencegah Washington melakukan serangan ke Iran. Jika peringatan itu diabaikan, Iran mengklaim siap mengambil langkah balasan.
“Teheran telah menyampaikan dengan jelas bahwa pangkalan militer AS di Timur Tengah akan diserang jika Iran menjadi target,” kata pejabat tersebut.
Pernyataan ini menegaskan ancaman Iran terhadap sekutu AS yang dinilai berpotensi memperluas konflik ke tingkat regional.
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff kini dihentikan, menandakan memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.
Baca juga: Donald Trump Umumkan AS Bakal Berlakukan Tarif 25% kepada Negara-negara yang Berdagang dengan Iran
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan keras terkait situasi Iran. Dalam wawancara dengan media Amerika, Trump menyebut akan mengambil “tindakan sangat kuat” jika Iran mengeksekusi para demonstran.
Ia juga secara terbuka mendorong warga Iran untuk terus melakukan aksi protes, seraya menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”, meski tanpa penjelasan rinci. Pernyataan tersebut memicu spekulasi soal intervensi AS di Iran.
Seorang pejabat pemerintah Israel mengungkapkan bahwa kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mendapat laporan mengenai kemungkinan campur tangan Amerika Serikat atau bahkan potensi runtuhnya rezim Iran.
Hubungan Iran dan Israel sendiri tetap memanas pasca konflik bersenjata singkat yang terjadi tahun lalu.
Amerika Serikat memiliki jaringan militer luas di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS serta di Qatar yang menjadi lokasi Pangkalan Udara Al Udeid, pusat komando terdepan US Central Command.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters