INDOZONE.ID - Jepang tengah menghadapi rekor serangan beruang tertinggi di Jepang dalam beberapa dekade terakhir.
Sepanjang tahun ini, jumlah korban tewas akibat beruang di Jepang mencapai 13 orang, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Situasi ini membuat pemerintah pusat dan daerah memperketat kewaspadaan serta mengambil langkah darurat untuk melindungi warga.
Fenomena serangan beruang di Jepang semakin sering terjadi, terutama di wilayah Jepang tengah dan utara.
Beruang dilaporkan makin berani masuk ke area permukiman, kebun, hingga kawasan wisata yang sebelumnya jarang tersentuh satwa liar.
Baca juga: PM Jepang Tegaskan Dialog dengan China Tetap Terbuka di Tengah Ketegangan Diplomatik
Di Kota Omachi, Prefektur Nagano, seorang pemburu berlisensi bernama Yoshikazu Katsuno rutin berpatroli di sekitar kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan perumahan warga.
Kota ini dikenal sebagai pintu masuk menuju Tateyama Kurobe Alpine Route, destinasi wisata alam populer. Namun kini, daerah tersebut juga menjadi titik rawan kemunculan beruang.
Katsuno pernah mengalami kejadian yang membuatnya sadar betapa dekat ancaman itu. Suatu malam, ia mendengar suara keras di luar rumah.
Keesokan paginya, pohon kesemek di pekarangannya nyaris habis dimakan, dengan cabang-cabang bengkok bekas pijakan beruang.
Baca juga: Media Jepang Perlihatkan Kantor Bergetar Hebat saat Gempa Magnitudo 7,6 Mengguncang
Para ahli menyebut penyebab beruang masuk permukiman di Jepang berkaitan erat dengan perubahan lingkungan dan iklim.
Gelombang panas saat musim panas berdampak pada berkurangnya kacang-kacangan dan buah liar di hutan, yang menjadi sumber makanan utama beruang.
Akibatnya, satwa tersebut terdorong mencari makanan ke area yang lebih dekat dengan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com