PLTIN di Kashiwazaki-Kariwa, Jepang. (dok. Tokyo Electric Power Co)
INDOZONE.ID - Gubernur Prefektur Niigata, Hideyo Hanazumi, disebut-sebut akan memberi lampu hijau bagi pengaktifan kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa dalam waktu dekat.
Jika persetujuan ini resmi diumumkan, maka Gubernur Niigata benar-benar menyetujui pengaktifan PLTN terbesar di dunia tersebut setelah lebih dari satu dekade tidak beroperasi pasca tragedi Fukushima.
Keputusan ini menjadi tahap akhir yang diperlukan TEPCO untuk memulai reaktivasi PLTN Kashiwazaki-Kariwa, sebuah fasilitas raksasa yang sejak lama menjadi pusat kontroversi, terutama terkait isu keamanan nuklir di Niigata.
Baca juga: China Kecam Filipina Gelar Latihan Militer dengan AS dan Jepang di Laut China Selatan
Menurut laporan media lokal pada Rabu (19/11), Hanazumi berpotensi mengumumkan persetujuan resminya pada Jumat.
Setelah itu, ia akan berkonsultasi dengan majelis prefektur pada sidang reguler yang dimulai 2 Desember, sebelum menindaklanjuti permintaan persetujuan dari pemerintah pusat Jepang.
Jika majelis juga menyetujui langkah tersebut, proses reaktivasi akan berjalan tanpa hambatan, membuka jalan bagi PLTN terbesar di dunia kembali aktif setelah bertahun-tahun berada dalam keadaan tidak beroperasi.
Baca juga: Mantan Menlu Jepang Resmi Maju Jadi Calon Ketua LDP usai Ishiba Mundur dari Jabatan Perdana Menteri
TEPCO merencanakan pengoperasian dua unit terbesar di kompleks tersebut, yaitu reaktor nomor 6 dan 7 yang memiliki kapasitas gabungan 2.710 MW.
Dengan total kapasitas 8.212 MW, Kashiwazaki-Kariwa menjadi fasilitas tenaga nuklir terbesar yang pernah dibangun.
Pada Oktober lalu, TEPCO berhasil menyelesaikan pemeriksaan teknis dan memastikan sistem utama pada reaktor nomor 6 bekerja normal setelah pengisian bahan bakar.
Selain itu, perusahaan mengucurkan dana 100 miliar yen (sekitar US$644 juta) untuk mendukung pembangunan daerah sekitar sebagai upaya mendapatkan dukungan publik.
Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi mendukung sepenuhnya reaktivasi reaktor nuklir sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Mengembalikan operasional Kashiwazaki-Kariwa dianggap dapat membantu menekan biaya impor gas alam cair (LNG), terutama karena Jepang merupakan pembeli LNG terbesar kedua di dunia setelah China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Japan Times