INDOZONE.ID - Lebih dari 1 juta orang di Provinsi Guangdong, China, dievakuasi menyusul ancaman Topan Super Ragasa. Menurut laporan China Central Television (CCTV), Pemerintah provinsi menetapkan status darurat level tertinggi, menutup sekolah, tempat usaha, dan menghentikan layanan transportasi umum. Di Shenzhen, sekitar 400 ribu warga di kawasan rawan juga telah dipindahkan.
Kedutaan Besar Rusia di China, pada Senin (22/9/2025), mengimbau warganya menunda perjalanan dan menghindari wilayah terdampak.
Badan cuaca memperkirakan Ragasa akan membawa angin kencang, hujan lebat, dan banjir, serta menerjang Pulau Hainan, Guangdong, Yunan, Guangxi Zhuang, Hong Kong, dan Makau pada 24–25 September.
Observatorium Hong Kong pada Selasa melaporkan Topan Ragasa diperkirakan mencapai titik terdekat di sekitar Muara Sungai Mutiara (Pearl River) pada Rabu (24/9) pagi.
Baca juga: Hong Kong Siaga Level 8 Hadapi Topan Super Ragasa, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
“Pukul 18.00 (17.00 WIB), Topan Super Ragasa berpusat sekitar 300 kilometer tenggara Hong Kong dan diperkirakan akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam,” demikian pernyataan resmi observatorium.
Hong Kong menetapkan sinyal badai nomor 8, yang menandakan potensi angin rata-rata 63 km/jam atau lebih.
South China Morning Post melaporkan lebih dari 700 penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong telah dibatalkan sejak Selasa malam.
Pembatalan terbesar dilakukan oleh Cathay Pacific (500 penerbangan), diikuti HK Express (100 penerbangan), Hong Kong Airlines (90 penerbangan), dan Hong Kong Greater Bay Airlines (23 penerbangan).
Baca juga: Pure Blood vs Muggle Born: 5 Pola Jalur Jadi Dosen di Indonesia, Jepang, dan China
Pemerintah Hong Kong juga menutup taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan menengah, serta menghentikan layanan trem dan feri pada Selasa dan Rabu.
Kekuatan Ragasa disebut setara dengan Topan Hato (2017) dan Mangkhut (2018), yang pernah memicu peringatan tertinggi Level 10.
Meski begitu, peneliti senior observatorium Choy Chun-wing menyebut topan ini diperkirakan tidak akan menghantam daratan secara signifikan, meski ancaman serius tetap mengintai pesisir Guangdong.
Observatorium mengimbau penduduk dan wisatawan untuk menutup rapat jendela dan pintu, menempel lakban pada kaca, membersihkan saluran air, memarkir kendaraan di lokasi aman, dan menjauhi area rawan banjir hingga kondisi cuaca kembali normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Anadolu