INDOZONE.ID - Ketegangan antara Jepang dan China kembali meningkat. Kini, mulai memberikan dampak besar pada hubungan China-Jepang terutama pada ekspor seafood.
Beijing dikabarkan tengah mempersiapkan langkah untuk melarang impor seafood dari Jepang, sebuah kebijakan yang berpotensi mengguncang industri perikanan Negeri Sakura.
Perselisihan terbaru ini mencuat setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan, serangan China ke Taiwan yang mengancam keberlangsungan Jepang dapat memicu respons militer.
Baca juga: 491 Ribu Tiket Penerbangan ke Jepang Dibatalkan setelah China Imbau Warganya Hindari Bepergian
Pernyataan tersebut membuat Beijing murka, dan menuntut Takaichi mencabut ucapannya.
Tak hanya itu, China juga mengimbau warganya tidak bepergian ke Jepang, yang langsung berdampak pada sektor pariwisata.
Menanggapi kabar larangan impor, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan, penduduknya tidak akan beli hasil tangkapan laut dari Jepang.
“Di situasi saat ini, sekalipun produk laut Jepang dipasarkan ke China, tidak akan ada pasarnya," katanya.
Baca juga: Gunung Sakurajima Kembali Erupsi, Warga Jepang Diimbau Waspada Hujan Abu
Ia menambahkan, jika Takaichi tidak menarik ucapannya, China akan mengambil langkah balasan yang tegas dan resolutif.
Meski demikian, pemerintah Jepang mengatakan, belum menerima pemberitahuan formal mengenai keputusan tersebut.
Namun, dua pejabat Jepang mengungkapkan, Beijing menilai prosedur impor saat ini 'tidak memadai', sebuah tanda kuat akan kembalinya larangan total.
Jika larangan ini benar diterapkan, maka ancaman terhadap ekspor perikanan Jepang semakin nyata. Terlebih, karena pasar China merupakan salah satu tujuan utama produk laut Jepang, sebelum pembatasan yang diberlakukan pada tahun 2023.
Dalam waktu singkat, ketegangan diplomatik ini menjalar ke sektor lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters