Ilustrasi - Laut China Selatan. (ANTARA/Anadolu)
INDOZONE.ID - Pemerintah China mengecam latihan maritim yang digelar militer Filipina bersama Amerika Serikat (AS) dan Jepang di perairan Laut China Selatan yang disengketakan.
Latihan militer yang menjadi bagian dari Kerja Sama Maritim Multilateral ke-11 itu dilakukan Filipina dengan Komando Indo-Pasifik AS dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang pada Jumat (12/9/2025) dan Sabtu (13/9/2025).
Terkait latihan tersebut, pemerintah Filipina telah menyampaikan pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X. Filipina menyatakan bahwa latihan tersebut "menegaskan kembali komitmen teguh Filipina untuk menjaga kepentingan maritimnya dan menegakkan perdamaian dan keamanan di kawasan."
Baca juga: Presiden Prabowo Sejajar dengan Putin hingga Xi Jinping saat Hadiri Parade Militer Besar China
Komandan Southern Theater Command Tentara Pembebasan Rakyat/People's Liberation ArmyChina (PLA), Tian Junli, mengatakan bahwa Filipina telah berkolusi dengan negara-negara di luar kawasan untuk apa yang disebut "patroli bersama", menyebarkan "klaim ilegal" tentang Laut China Selatan, dan merusak "perdamaian dan stabilitas" di kawasan tersebut.
"Kami dengan sungguh-sungguh memperingatkan pihak Filipina untuk segera berhenti memprovokasi insiden dan terlibat dalam tindakan yang meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan," ujar Tian, seraya menambahkan bahwa segala upaya untuk mendapatkan bantuan eksternal akan sia-sia.
Baca juga: Intelijen Selandia Baru Sebut China Paling Aktif Lakukan Campur Tangan Asing
Tian menekankan bahwa Southern Theater Command selalu berada dalam keadaan siaga tinggi untuk secara tegas menjaga "kedaulatan teritorial dan keamanan nasional" China, serta untuk menegakkan "perdamaian dan stabilitas" di Laut China Selatan.
"Segala upaya untuk menimbulkan masalah atau mengganggu ketertiban di Laut China Selatan pasti akan gagal," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Anadolu