Jurnalis Gabriele Nunziati bertanya di konfrensi pers Komisi Eropa (europeanjournalists.org).
INDOZONE.ID - Gabriele Nunziati, jurnalis yang berbasis di Brussels, dipecat dari pekerjaannya sebagai reporter Kantor Berita Nova.
Padahal pria asal Italia itu baru sebulan terakhir menjadi koresponden di sana.
Pangkal masalahnya bermula dari pertanyaan Nunziati saat kepada Paula Pinho, Juru Bicara the Komisi Eropa, saat konfrensi pers tentang rekonstruksi Gaza, 13 Oktober lalu. Komisi Eropa merupakan badan eksekutif independen dari Uni Eropa.
"Apakah menurut Anda Israel harus bertanggung jawab terhadap rekonstruksi di Gaza karena mereka menghancurkan hampir seluruh infrastruktur publik di sana?" tanya Nunziati kala itu.
Baca juga: Wali Kota Muslim Pertama New York Zohran Mamdani Ingin Tepati Janji hingga Kalahkan Donald Trump
Ia sebelumnya membandingkan sikap Uni Eropa dalam kasus Ukraina. Uni Eropa mendesak Rusia bertanggung jawab atas kehancuran akibat agresi militer mereka di sana.
"Pertanyaan yang menarik, saya tidak akan memberikan komentar," jawab Pinho.
Tanya-jawab itu lantas menjadi viral. Pada 27 Oktober, Nunziati menerima email yang menyatakan Kantor Berita tempatnya bekerja akan menghentikan kerja sama mereka.
Kantor berita tersebut, menurut The Intercept, memanfaatkan kontrak "kolaborasi" yang minim perlindungan bagi pekerja.
Nunziati bilang, ia juga menerima dua panggilan telepon dari atasannya sejak ia bertanya di konfrensi pers hingga menerima email pemutusan hubungan kerja.
Baca juga: Gila, Presiden Meksiko Dilecehkan Seorang Pria di Jalanan
Francesco Civita, juru bicara Nova, membenarkan penghentian kerja sama itu disebabkan pertanyaan Nunziati. Menurutnya, pertanyaan itu secara teknis tidak tepat.
Nova menganggap, serangan Rusia ke Ukraina merupakan tindakan invasi. Sementara Israel menyerang Palestina sebagai respons serangan balasan.
Pihak Nova mengeklaim hal itu sudah disampaikan kepada Nunziati. Namun ia, menurut Civita, gagal memahaminya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Europeanjournalists.org, Theintercept.com