Wali Kota muslim pertama New York, Zohran Mamdani. (REUTERS/Kylie Cooper)
INDOZONE.ID - Zohran Mamdani terpilih sebagai Wali Kota New York setelah memenangkan pemungutan suara, pada 5 November 2025. Ia pun mengukir sejarah dengan menjadi Wali Kota muslim New York pertama dalam sejarah.
Diketahui, Mamdani memenangkan persaingan dengan mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, yang maju secara independen, dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa.
Wali Kota muslim pertama New York, Zohran Mamdani. (REUTERS/Kylie Cooper)
Dalam persaingan tiga kandidat tersebut, Mamdani mengumpulkan 50 persen suara saat perhitungan sudah mencapai 91 persen, berdasarkan The Associated Press.
Pada masa awal kepemimpinannya, Mamdani ingin memenuhi janji untuk menjadikan New York, yang merupakan kota terbesar di Amerika Serikat (AS), jadi lebih terjangkau untuk warganya.
Tak cuma itu, Mamdani bahkan ingin jadi model bagi sesama Demokrat untuk mengalahkan Presiden AS, Donald Trump, via pemungutan suara.
Baca juga: Diaspora Indonesia Gelar Aksi Solidaritas di New York dan Melbourne, Bukti Jarak Tak Memisahkan
“Kita akan memulai generasi perubahan, dan jika kita menerima arah baru yang berani ini, alih-alih menghindarinya, kita bisa menanggapi oligarki dan otoritarianisme dengan kekuatan yang mereka takuti, bukan dengan pendekatan tenang yang mereka inginkan,” kata Mamdani, yang disambut sorak-sorai pendukung di Paramount Theater, Brooklyn, dikutip dari ANTARA, Kamis (6/11/2025).
“Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati Donald Trump bagaimana mengalahkannya, itu adalah kota yang melahirkannya,” jelasnya.
Sindiran Mamdani terhadap Trump dapat dimaklumi. Sebab, Trump telah berupaya menggagalkan kemenangan Mamdani dalam pemilihan Wali Kota New York.
Trump sempat membujuk Sliwa untuk mundur supaya dukungan ke Cuomo makin besar, tapi gagal. Bahkan, Trump juga memperingatkan, bahwa akan memotong dana federal New York jika Mamdani terpilih sebagai Wali Kota.
Namun, Mamdani tetap memenangkan pemilihan sehingga kini fokus untuk mewujudkan program-program yang dijanjikannya dalam kampanye.
Baca juga: Ratusan Diaspora Indonesia Long March ke KJRI New York, Serahkan 17+8 Tuntutan Rakyat
Ambil contoh, ia ingin meningkatkan upah minimum jadi USD30 (sekira Rp502.000) per jam pada 2030, dari USD16,50 (sekira Rp276.000) yang berlaku sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara