Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 13:23 WIB

PBB Tegur Keras Israel dan Rusia Soal Dugaan Kekerasan Seksual di Zona Konflik, Pihak Israel Membantah

PBB Tegur Keras Israel dan Rusia Soal Dugaan Kekerasan Seksual di Zona Konflik, Pihak Israel MembantahSekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres berbicara dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina (Sumber: AP/ Adam Gray)

INDOZONE.ID - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, secara resmi memberikan peringatan keras kepada Israel dan Rusia atas dugaan kuat adanya tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh pasukan bersenjata mereka di wilayah konflik.

Pernyataan yang disampaikan pada Selasa (12/8/2025) itu didasarkan pada “keprihatinan serius terhadap pola tertentu dari kekerasan seksual yang telah terdokumentasi secara konsisten oleh PBB,” tulis Guterres dalam surat yang ditujukan kepada Duta Besar Israel di PBB. Ia juga menyebut Israel dan Rusia dapat terdaftar sebagai pihak tersangka yang “diduga secara kredibel melakukan atau bertanggung jawab atas pola rudapaksa atau bentuk kekerasan lainnya.”

Guterres menyampaikan bahwa ia sangat “prihatin” setelah mengetahui informasi dari sumber kredibel yang mengarah pada pelanggaran yang dilakukan oleh angkatan bersenjata dan aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina yang menjadi tahanan di sejumlah penjara, pusat penahanan, dan pangkalan militer. Dalam laporannya, Guterres menuliskan, “Kasus-kasus yang didokumentasikan PBB menunjukkan pola kekerasan seksual seperti kekerasan pada alat kelamin, pemaksaan warga untuk bertelanjang dalam jangka waktu yang panjang, dan pemeriksaan tubuh berulang kali yang dilakukan secara kasar dan merendahkan.”

Sedangkan dalam kasus Rusia, Guterres menyampaikan keprihatinan serupa atas pelanggaran yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Rusia dan kelompok bersenjata terkait terhadap tawanan perang Ukraina di 50 fasilitas penahanan resmi dan 22 fasilitas tidak resmi di Ukraina maupun Rusia. Kasus-kasus tersebut mencakup kekerasan pada alat kelamin, termasuk penyetruman, pemukulan, pembakaran, pemerkosaan, dan perendahan martabat korban untuk mendapatkan pengakuan atau informasi.

Baca juga: FSB Tangkap Warga Rusia-Ukraina yang Diduga Merencanakan Aksi Teror

PBB Tegur Keras Israel dan Rusia Soal Dugaan Kekerasan Seksual di Zona Konflik, Pihak Israel MembantahTentara Israel dalam penyerangan West Bank yang diduduki secara ilegal. (Sumber: EPA/ Alaa Badarneh)

Pihak Rusia di PBB belum memberikan tanggapan apa pun terkait dugaan ini hingga saat ini. Sementara itu, pihak Israel dengan tegas membantah adanya tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh militernya.

Duta Besar Israel di PBB, Danny Danon, menyebut dugaan Guterres sebagai “tuduhan tak berdasar” dan “bersumber dari publikasi yang bias.” Ia mengatakan, “PBB seharusnya fokus pada kejahatan perang dan kekerasan seksual yang dilakukan Hamas, serta pembebasan semua sandera,” merujuk pada serangan yang dilakukan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

Dugaan kekerasan seksual oleh militer Israel sebelumnya juga pernah mencuat. Pada Juli 2024, militer Israel menahan dan memeriksa sembilan tentara terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan Palestina di fasilitas penahanan Sde Teiman. Media Israel melaporkan bahwa korban mengalami cedera parah akibat dugaan pemerkosaan bergilir oleh penjaga militer.

PBB mendesak pemerintah Israel untuk “mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menghentikan segera semua bentuk kekerasan seksual, serta membuat dan melaksanakan komitmen dengan batas waktu yang jelas.”

Baca juga: Serangan Udara Israel ke Rumah Sakit Al-Shifa Tewaskan 5 Jurnalis Al Jazeera, Termasuk Anas al-Sharif

Langkah-langkah tersebut mencakup penyelidikan atas tuduhan yang berdasar, penerbitan perintah tegas, serta penegasan ulang kode etik bagi militer dan aparat keamanan yang melarang tindak kekerasan seksual dalam bentuk apa pun. Selain itu, PBB meminta pemberian akses yang memudahkan pemantauan langsung, mengingat Israel telah menolak akses tersebut. Guterres menilai, tanpa pemantauan langsung, akan sulit memastikan secara pasti pola, tren, dan penggunaan kekerasan seksual secara sistematis oleh pasukan Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PBB Tegur Keras Israel dan Rusia Soal Dugaan Kekerasan Seksual di Zona Konflik, Pihak Israel Membantah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!