INDOZONE.ID - Ketegangan diplomatik antara Australia dan Israel semakin memanas. Perselisihan ini menandai memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.
Eskalasi anyar berawal dari serangan keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, di media sosial, pada Selasa (19/08/2025) kemarin.
Dalam unggahannya di X, Netanyahu menulis: “Sejarah akan mengingat Albanese sebagaimana dirinya sebenarnya: seorang politikus lemah yang mengkhianati Israel dan meninggalkan komunitas Yahudi Australia”.
Sehari sebelumnya, Senin (18/08/2025), Netanyahu juga menulis surat kepada Albanese menuduhnya telah menuangkan, “bahan bakar ke dalam api antisemitisme ini”.
Baca juga: Mau Nyolong Start, Israel Siapkan Operasi Duduki Kota Gaza
Dalam surat yang dibagikan di media sosial oleh Australian Jewish Association ini, Netanyahu juga menuduh bahwa terdapat banyak “kebencian terhadap Yahudi yang kini berkeliaran di jalanan (Australia)”.
Serangan keras oleh Netanyahu terhadap Albanese muncul tak lama setelah keputusan pemerintah Australia pada Senin (18/08/2025), yang menolak visa Simcha Rothman.
Ia merupakan anggota parlemen Israel dari partai garis keras Mafdal-Religious Zionism, sekaligus anggota koalisi Netanyahu, yang dikenal atas pernyataan kontroversialnya menyebut anak-anak Gaza sebagai “musuh Israel.
Visa yang akan dipergunakan untuk melaksanakan tur pidato di Australia ini ditolak karena alasan perlindungan komunitas Palestina dan Muslim di Australia dari pandangan diskriminatif.
Baca juga: Kim Yo Jong Sebut Korsel Bermuka Dua soal Latihan Militer
Beberapa jam kemudian, respon Israel atas hal ini semakin keras. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengumumkan pencabutan visa diplomat Australia yang bertugas di Otoritas Palestina (PA).
Hal ini mengakibatkan hubungan diplomatik Australia-PA terhambat karena staf perwakilan Australia tak lagi bisa bekerja di wilayah Palestinian Authority (PA).
Pada Rabu (20/08/2025) siang, Albanese mengatakan bahwa ia tak akan menganggap komentar Netanyahu terhadapnya sebagai komentar personal.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, dalam wawancara dengan penyiar nasional Australia pada Rabu (20/08/2025), membalas serangan Benjamin Netanyahu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera, The Guardian