INDOZONE.ID - Korea Utara kembali melontarkan kecaman terhadap Seoul. Kali ini, melalui pernyataan Kim Yo Jong, adik sekaligus penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un.
Ia menilai Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, bermuka dua karena berbicara soal perdamaian sambil tetap melanjutkan latihan militer bersama Amerika Serikat.
Latihan gabungan AS-Korsel yang digelar pekan ini mencakup uji kesiapan menghadapi ancaman nuklir dari Pyongyang.
Baca juga: Korea Utara Bantah Pindahkan Pengeras Suara, Tegaskan Tak Mau Perbaiki Hubungan dengan Korsel
Kim Yo Jong sebut Korsel bermuka dua karena, menurutnya, di satu sisi mengklaim ingin memperbaiki hubungan, tetapi di sisi lain terus memperlihatkan sikap konfrontatif melalui operasi militer.
Kim Yo Jong juga mengkritik Korea Selatan dengan keras karena enurutnya, latihan gabungan itu hanyalah kedok yang memperlihatkan ambisi konfrontasi.
Pyongyang selama ini menilai kegiatan militer bersama sekutu Barat sebagai persiapan invasi, meski Seoul dan Washington berkali-kali menegaskan bahwa latihan tersebut murni defensif.
Baca juga: Korea Utara Ancam Balas dengan Tegas jika Latihan Militer AS-Korsel Dianggap Provokasi
Sejak menjabat pada Juni lalu, Presiden Lee mencoba meredakan ketegangan dengan sejumlah langkah, termasuk mencabut pengeras suara propaganda anti-Korea Utara di perbatasan. Ia juga meminta kabinetnya untuk mulai mengimplementasikan sebagian perjanjian lama antar-Korea.
Namun, menurut Korea Utara, Korsel hanya berpura-pura ingin berdamai. Kim Yo Jong menegaskan bahwa Presiden Lee “bukanlah orang yang mampu mengubah arah sejarah.” Ia menuding pemerintah Seoul berusaha menutupi kegagalan hubungan antar-Korea dengan retorika damai.
Sehari sebelumnya, Kim Jong Un sendiri menyebut latihan militer AS-Korsel sebagai “bukti nyata provokasi perang.”
Ia menekankan pentingnya mempercepat pengembangan senjata nuklir Korea Utara sebagai langkah pertahanan.
Meski Seoul mengaku ingin membangun kepercayaan militer dengan Pyongyang, rangkaian pernyataan Kim Yo Jong dan sikap tegas Kim Jong Un menunjukkan bahwa rekonsiliasi di Semenanjung Korea masih menghadapi jalan terjal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yonhap News