INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengadakan pembicaraan panjang lewat telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy setelah Trump bertemu Putin di Alaska pada Jumat (15/8/2025).
Dalam panggilan tersebut, Trump hubungi Zelenskyy untuk membahas langkah-langkah menuju perdamaian, sekaligus menyampaikan perkembangan kepada sejumlah pemimpin NATO mengenai jalannya pertemuan puncak Trump-Putin.
Menurut keterangan Gedung Putih, Trump melakukan panggilan itu saat dalam perjalanan pulang menuju Washington dan tiba pada Sabtu dini hari.
Baca juga: Trump Kirim Utusan ke Rusia, AS Ancam Sanksi Baru Jika Perang Ukraina Tak Berakhir
Dalam percakapan tersebut, hadir pula Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Selain itu, para pemimpin dari Jerman, Finlandia, Polandia, Italia, dan Inggris juga ikut serta mendengarkan penjelasan Trump mengenai hasil pertemuan Trump dan Putin.
Seorang jurnalis Axios, Barak Ravid, menyebut berdasarkan sumbernya, Trump berbicara lebih dari satu setengah jam bersama Zelenskyy dan para pemimpin Eropa tersebut.
Baca juga: Amerika Serikat dan Rusia Memanas, Donald Trump Bilang Kirim Kapal Selam Nuklir ke “Wilayah Tepat”
Zelenskyy kemudian mengumumkan bahwa dirinya akan melakukan perjalanan ke Washington pada Senin mendatang.
Ia menyebut tujuan kedatangannya adalah untuk membahas pembicaraan damai dengan Ukraina bersama Trump, setelah sebelumnya presiden AS itu menyampaikan poin utama dari diskusinya dengan Putin.
“Saya berterima kasih atas undangan ini,” kata Zelenskyy. Ia juga menegaskan kembali keinginan Ukraina agar dapat mengadakan pertemuan tiga pihak bersama Trump dan Putin, meski Kremlin selama ini tampak enggan menyetujuinya.
Trump mengonfirmasi kabar kedatangan Zelenskyy. “Jika semua berjalan sesuai rencana, kami akan menjadwalkan pertemuan dengan Presiden Putin setelah itu,” ujarnya melalui unggahan di Truth Social.
Pertemuan puncak Trump Putin di Alaska yang berlangsung hampir tiga jam memang tidak menghasilkan kesepakatan konkret untuk menghentikan perang di Ukraina.
Kendati demikian, kedua pemimpin menggambarkan diskusi itu sebagai langkah produktif dan membuka peluang adanya pembicaraan lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Washington Post